July 30, 2010

Radial illumination falloff compensation thresholding

by pebbie at July 30, 2010 03:53 AM

Fiuh, judul yang panjang untuk menerangkan bagaimana membuat citra biner dari kamera digital yang umumnya menghasilkan citra dengan pencahayaan yang bergradasi radial (makin ke tengah/fokus makin terang). Idenya sederhana saja, nilai batas (threshold) yang ditentukan secara global disesuaikan (diturunkan) untuk tiap lokasi berdasarkan jaraknya (radius) dari titik tengah citra (atau titik dengan pencahayaan maksimum). Ide ini juga dapat diterapkan untuk variasi pencahayaan bergradasi dengan model lainnya seperti linier.

gambar asal

gambar asal (sumber ARToolkitPlus)


gambar dengan threshold global


gambar biner dengan radial illumination falloff compensation thresholding

  tres := 127; //nilai batas awal (ditentukan manual atau hasil perhitungan misal dengan algoritma Otsu atau Kapur)
  comp_rate := -0.0267;//koefisien laju penurunan nilai batas
  b := Image1.Picture.Bitmap;

  tengah.X := b.Width div 2; //nilai tengah diumpamakan berada di tengah citra
  tengah.Y := b.Height div 2;

  for j := 0 to b.Height - 1 do begin
    p := b.ScanLine[j]; //p bertipe pointer ke array of pixel (PArrRGB atau PByteArray)
    for i := 0 to b.Width - 1 do begin

      g := Round( 0.299 * p[i].r + 0.587 * p[i].g + 0.114 * p[i].b ) mod 256;

      if g < tres + dist( i, j, tengah.X, tengah.Y ) * comp_rate then //modifikasi nilai batas
        p[i] := rgb_hitam
      else
        p[i] := rgb_putih;

    end;
  end;

  Image1.Refresh;

July 29, 2010

back

by Rani (rrrunni@yahoo.com) at July 29, 2010 11:00 PM


This is me with my big sister. This picture was taken in Stuttgart, Dec 1988. We were still in France back then, had a family trip to Stuttgart, visited some kind of park, which I dont remember, of course.

And as people said, you never know what life can brings you into or life is about connecting the dots or whatever..

Dear Lafrania Taufik,

Congratulations!


The IMSE Erasmus Mundus Master Consortium is pleased to inform you that you have been admitted to the first edition of the Erasmus Mundus International Master in Service Engineering programme, starting in the academic year 2010/2011. The IMSE programme is an Erasmus Mundus Master Course, which is jointly delivered by University of Stuttgart (Germany), University of Crete (Greece) and Tilburg University (the Netherlands).


yes, in a couple of weeks, i'll be back in Stuttgart!
and the struggle will begin. doakan sayaaaaa! XD

crazy life, isn't it?

and it got crazier, the guy here, is also get this kind of scholarship but different programme. I met him in the pre-departure briefing.

c to the r to the a z y.

and by the way, my head looks so big on that pic, doesnt it? :-?

Malesnya jalan kaki di Indonesia

by Zakka Fauzan Muhammad (noreply@blogger.com) at July 29, 2010 02:00 PM

Betul, males bener kayanya orang Indonesia jalan kaki... Di postingan kali ini, saya ingin membaratkan mengutarakan beberapa alasan yang menyebabkan orang-orang Indonesia malas jalan kaki, khususnya di kota Bandung tercinta:
1. Harga kendaraan bermotor
Harga kendaraan bermotor di Indonesia bisa dibilang cukup murah, kalopun gak bisa bayar langsung, kredit 5 tahun juga dilakoni oleh sebagian besar orang Indonesia, terutama untuk motor. Motor yang harganya jauh lebih murah, hemat bahan bakar, serta mampu menyelinap-nyelinap di sela-sela padatnya mobil di jalanan, tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi manusia-manusia Indonesia ini.

2. Angkutan kota
Bagi mereka yang tidak mampu atau tidak mau menaiki kendaraan bermotor, angkutan kota (angkot) jelas menjadi pilihan utama. Harganya "relatif" murah, trayeknya relatif lengkap, selain itu juga kita bisa memberhentikan angkot (hampir) dimanapun kita mau. Lebih jauh, meski OOT, sistem angkutan kota ini adalah salah satu penyebab tidak majunya lalu lintas sebuah negara. Never in any developed country does the government have public transportation that can be stopped anywhere. Tentunya harus diimbangi dengan infrastruktur jalanan yang dapat memuat bis... Gak mau jalan karena gak kuat/males? Naik taksi! Gak mau naik taksi karena harganya mahal? Tinggal aja di rumah!

3. Area pejalan kaki
Sangat sulit, di Bandung, mencari area pejalan kaki yang cukup nyaman. Beberapa tempat yang saya tahu masih cukup layak adalah di belakang ITB (depan kebun binatang) soalnya masih baru juga, jalan Banda (area di depan Yonas). Sisanya, sebagian besar rusak, atau kalau tidak memang tidak ada area pejalan kakinya, atau kalaupun ada area pejalan kakinya dan bagus, udah ada warung/kios nongkrong diatasnya, kalo gak ada kios ada preman-preman lagi nongkrong sambil ngerokok. Bikin tambah males aja jalan kaki.

4. Respek pengemudi
Kecil sekali respek dari para pengemudi terhadap para pejalan kaki, bagi mereka jalanan adalah milik kendaraan. Lampu pejalan kaki sudah merah, maka itulah saatnya pejalan kaki menyingkir atau diklakson terus-terusan. Bahkan di zebra cross yang ada, hampir tidak ada kendaraan yang mau mengerem kendaraannya untuk mempersilakan pejalan kaki lewat. Jelas beda sekali budayanya dengan budaya negara-negara yang begitu menjunjung tinggi pejalan kaki.

5. Belok kiri langsung
Aturan (bego) yang mungkin awalnya maksudnya baik. Saya tidak yakin apakah aturan ini ada juga di kota lain, tapi di Bandung jelas ini jadi aturan umum. Ilustrasinya begini, jika di perempatan ada empat arah kendaraan, sebut saja utara, timur, barat, dan selatan. Di setiap arah, tentunya satu jalur berlampu (menuju titik temu perempatan) dan satu jalur tidak berlampu (dari titik temu perempatan). Ada orang ingin menyeberang di jalur selatan. Andaikan tidak ada "belok kiri langsung" maka dia tinggal menunggu lampu hijau dari arah selatan untuk lurus (menuju utara) dan belok kanan (menuju timur) untuk menyeberangi jalur selatan-tak-berlampu dan menunggu lampu merah dari arah selatan untuk menyeberangi jalur selatan-berlampu. Dengan adanya aturan tersebut, kendaraan dari arah timur akan selalu bisa belok ke arah selatan setiap waktu, sehingga tidak ada satu detikpun waktu di jalur selatan-tak-berlampu dengan orang bisa nyebrang sambil leyeh-leyeh (okey, gak seekstrim itu, but u got the point, no?). Kasus yang sama terjadi di jalur timur, barat, dan utara.

Okey, sekian dulu analisis saya, kita berjumpa di lain kesempatan di waktu dan jam yang berbeda. Maap baru bisa analisis tanpa memberi solusi. Kalo masalah solusi kan ada Bung Foke jagonya, paling mengerti kota Jakarta!!! *sarcasm mode on*

Laporan jalan-jalan ke Malaysia – Macau – Hong Kong

by udhee at July 29, 2010 05:40 AM

Sudah lama saya tidam mengupdate blog ini, akhirnya saya memutuskan untuk menghidupkan kembali blog yang sudah lama tidur ini.

Kali ini saya akan menceritakan perjalanan saya pada tanggal 10 – 18 Juli 2010 ke Malaysia – Macau – Hong Kong. Cerita lengkapnya bisa dilihat di halaman ini Jalan – jalan ke Malaysia – Macau – Hong Kong

Saya baru sempat menulis sampai hari kedua, tapi nanti akan saya update lagi.

Selamat membaca!!!


What open actually means

July 29, 2010 02:32 AM

questionable Android mobile wallpaper app, which collects your personal data and sends it to a mysterious site in China, has been downloaded millions of times

[...]

It collects a user’s browsing history, text messages, your phone’s SIM card number, subscriber identification, and even your voice mail password.

You have nobody to blame.

Permalink | Leave a comment  »

July 28, 2010

Setahunku...

by Zakka Fauzan Muhammad (noreply@blogger.com) at July 28, 2010 11:58 AM


Akhirnya, resmi sekitar seminggu saya kembali ke tanah air tercinta ini... Pertanyaan-pertanyaan pun berseliweran, apa lagi kalau bukan karena status berkuliah di Eropa, yang notabene mengandung umpan umpan umpan untuk orang-orang pribumi datangi...

Pertanyaan paling umum adalah, "kuliah disana susah ya?" well, saya kuliah di Portugal, orang-orangnya santai, kuliah pun tidak terlalu berat. Tugas-tugas memang ada (dan umumnya baru berdatangan di 3 minggu akhir tiap semester), tapi bagi saya, kuliah di ITB masih lebih sukar kok, selain masalah bahasanya ya. Banyak juga yang bilang "kampusnya top ya?" iya top, untuk level Portugal, dan untuk bidang "Arts  & Humanities". Untuk bidang teknik, sama sekali tidak masuk 500 besar, bandingkan dengan ITB yang masuk peringkat 80 di bidang "Engineering & IT". Meski saya agak bingung juga, bagaimana mungkin ITB bisa masuk top 100, tanpa memandang remeh. Masalahnya, kuliah-kuliah geje yang bertebaran (baca:kuliah dengan materi geje atau nilai geje), dosen yang sibuk dengan proyek, sebagian tugas akhir yang terkesan asal atau copy paste edit, atau itu cuma terjadi di IF aja ya?

Contoh lebih ekstrim sebagai bukti bahwa ITB sebenernya jauh lebih atas adalah, kampus kedua saya, Free University of Bozen-Bolzano. Kampus ini baru berdiri tahun 1997. Masuk 500 besar dunia? Bahkan namanya tidak masuk list di QS Top University, meski di webometrics masih masuk peringkat 1311... Hehehe... Jauh lah di bawah ITB...

Pertanyaan lain, "udah lancar bahasa Portugis dong?" jawabannya adalah belum sama sekali. Maklum, di kelas pakai bahasa Inggris, di asrama, ama mahasiswa lain pake bahasa Inggris, dan lain-lain...

Pertanyaan terakhir, "kenapa pilih Eropa sih awalnya? Emang lebih bagus dari Amerika Serikat, Australia, Jepang, Korea atau bahkan Singapore?" Kalo dari rangking sih, jelas pilihan yang buruk bagi saya untuk mengambil kuliah di kampus-kampus kelas menengah ke bawah (untuk level dunia), tapi bagi saya yang penting itu programnya dan jalan-jalannya... Masalah program (computational logic), mungkin di tempat lain ada juga. Tapi masalah jalan-jalan... di Amerika, Australia, Jepang, Korea juga bisa kok jalan-jalan, tapi jalan-jalannya di dalam negeri aja, nah di Eropa jalan-jalannya bisa seluas wilayah schengen, asyik kan? :D

Akhirul kata, semua kembali pada pilihan masing2... Maaf udah bingung mau nulis apa lagi

The Sweetest Thing

by diBond at July 28, 2010 10:23 AM

The sweetest thing is that…

For him, to set my handphone alarm clock to this:

:)


Gym Popularity

July 28, 2010 10:06 AM

I thought it's just me, but it's real: gym is way more crowded on Mondays. If you didn't notice, maybe you should go to gym on Friday once in a while.

Permalink | Leave a comment  »

Ya Sudahlah …

by Widya at July 28, 2010 08:07 AM

Sempat kau berharap keramahan ‘cinta’,
tak pernah kau dapat..ya sudahlah

Suddenly everything turn us down … Dont know what happen, it just make everything clearer now. We’ve been so far .. and now, I’m realize that it just was … Been trying to fix anything broken without knowing which one is not in d right place. I’m tired … and it’s over now … just over.

Ya sudahlah … kalau memang begini adanya. Terima kasih untuk semuanya …….

just wanna keep singing

Ketika mimpimu yg begitu indah,
tak pernah terwujud..ya sudahlah
Saat kau berlari mengejar anganmu,
dan tak pernah sampai..ya sudahlah

*sigh …


July 27, 2010

Baby MILO

by diBond at July 27, 2010 11:48 AM

image

So long Symbian…

Welcome Android…

image


Day 1 – Macau, Hong Kong, dan Victoria Peak

by udhee at July 27, 2010 09:01 AM

Macau Tower

Macau Tower

TIBA DI MACAU

Tepat pukul 10:15, pesawat Air Asia AK050 tujuan Kuala Lumpur – Macau mendarat dengan mulus di Bandara International Macau.  Pagi itu adalah hari pertama saya menginjakkan kaki di sebuah negara yang terkenal dengan Casino nya. Udara Macau yang panas langsung menyergap wajah saya ketika turun dari pesawat. Namun panasnya udara tidak menghalangi semangat saya untuk berkelana di negara tersebut.

Sebetulnya tujuan utama saya adalah Hong Kong, sebuah negara kecil yang baru dilepas oleh Inggris pada tahun 1997. Namun karena tiket pesawat tujuan Macau lebih murah dibandingkan dengan terbang langsung ke Hong Kong, maka saya memutuskan untuk singgah sejenak di Macau.

Setelah masuk imigrasi dan mengambil bagasi, saya segera melangkahkan kaki menuju ke terminal bus yang akan mengantarkan saya ke Macau Ferry Terminal. Dari terminal tersebut saya akan melanjutkan perjalanan ke Hong Kong.

Bus nomor AP1 akan mengantarkan saya dari Bandara International Macau ke Macau Hong Kong Ferry Terminal. Tarif yang berlaku sebesar 3.2 MOP sekali jalan, namun akan ada biaya tambahan jika membawa barang. Setelah 5 menit menunggu, akhirnya bus tersebut datang juga. Saya kira bus tersebut berukuran besar, namun ternyata ukurannya keciln (hampir sama dengan Metro Mini). Sebelum naik ke dalam bus, saya harus membayar ongkos terlebih dahulu. Karena saya bersama dengan adik saya dan membawa dua buah tas besar, maka total ongkos yang harus dibayar adalah 11 MOP. Bus perlahan meninggalkan bandara International Macau menuju Macau Hong Kong Ferry Terminal.

Friendship Bridge

Friendship Bridge

Bandara International Macau berada di Taipa, sedangkan Macau Hong Kong Ferry terminal berada di Macau Peninsula. Antara Taipa dengan Macau Peninsula dihubungkan dengan 3 buah jembatan. Jembatan yang terkenal sekaligus terpanjang adalah Friendship Bridge (Ponte de Amizade).  Saat melewati Friendship Bridge, pemandangan yang indah terhampar di hadapan saya. Laut china selatan terbentang luas, di sebelah kiri terlihat megahnya bangunan-bangunan di Macau Peninsula seperti Macau Tower, Grand Lisboa, Sands, dan masih banyak lagi. Sungguh megah dan modern nya negara ini.

Tidak terasa bus sudah tiba di Macau Hong Kong Ferry Terminal. Saya kemudian turun dan menuju ke tempat pembelian tiket untuk menyebrang ke Hong Kong. Ada dua buah ferry yang melayani rute Macau – Hong Kong, yaitu Turbo jet dan New World First Ferry. Namun karena tujuan saya ke Hong Kong island, maka saya memilih Turbo jet. Harga tiket untuk weekend lebih mahal dibanding weekday. Karena pada waktu itu saya datang pada hari Minggu, maka saya harus membayar 154 HKD untuk satu kali perjalanan.

Lama perjalanan dari Macau ke Hong Kong adalah sekitar 1 jam. Saat itu ombak tidak terlalu besar, sehingga rasanya seperti di nina bobokan dalam ayunan dan saya pun perlahan terlelap tidur. Tidak terasa 1 jam telah berlalu dan akhirnya saya tiba di Hong Kong sebuah negara kecil dan metropolis namun memiliki kepadatan penduduk yang tinggi.

TIBA DI HONG KONG

Bank of China Tower

Bank of China Tower

Ketika saya keluar dari Hong Kong Macau Ferry Terminal, saya baru menyadari bahwa Hong Macau Ferry Terminal menyatu dengan Shun Tak Center, salah satu pusat perbelanjaan di Hong Kong. Hong Kong memang terkenal dengan pusat belanja, di negara ini sangat mudah menemukan tempat belanja. Dimanapun kaki melangkah, maka disitulah tempat belanja berada.

Tujuan pertama saya adalah menuju ke hostel tempat saya menginap, yaitu Yesinn Hostel di daerah Fortress Hill. Untuk mencapai tempat tersebut cukup mudah, tinggal menaiki MTR dari Sheung Wan menuju Chai Wan dan berhenti di Fortress Hill. Lama perjalanan sekitar 15 menit. Sebelum menaiki MTR, saya membeli Octopus Card seharga 150 HKD (value 100 HKD dan deposit 50 HKD).Kartu ini seperti Eazy link di Singapore, namun tidak hanya digunakan untuk membeli tiket MTR saja, tetapi juga dapat digunakan di 7 eleven atau toko-toko lain yang menerima pembayaran dengan kartu ini.

Setelah tiba di Fortress Hill, saya baru menyadari bahwa saya lupa membawa peta lokasi penginapan. Akibatnya saya harus berjalan di bawah terik matahari Hong Kong yang sangat menyengat dengan membawa backpack dan koper untuk menemukan lokasi penginapan tersebut sambil mengingat patokan untuk menemukan hostel tersebut. Akhirnya setelah kurang lebih 30 menit mencari, saya akhirnya menemukan lokasi hostel berada.

Yessin hostel berada di Flat B 5/F Continental Mansion 294 Kings Road, Fortress Hill Hong Kong. Namun ternyata kamar saya berada di 16/F Rialto Mansion. Ternyata kamar di Yesinn Hostel bedada di beberapa tempat yang berbeda. Saya cukup beruntung mendapatkan kamar di Rialto Mansion karena tepat berada di depan Tram Station dan MTR Fortress Hill.

Kamar di Yessinn hostel cukup sederhana dan dari ukuran bisa dibilang sangat kecil. Hanya terdiri dari tempat tidur dua tingkat (untuk saya dan adik saya) dan kamar mandi yang hanya cukup untuk 1 orang. Tidak ada lemari pakaian, tapi ada tempat untuk menyimpan baju-baju. Untuk menghemat tempat, saya harus menyimpan tas saya di bawah tempat tidur. Itulah Hong Kong, dengan harga tanah yang luar biasa mahal dan penduduk yang padat menyebabkan ukuran kamar pun menjadi sangat kecil.

MENGUNJUNGI VICTORIA PEAK

Acara hari ini adalah mengunjungi Victoria Peak. Victoria Peak berada di ketinggian 428 meter di atas permukaan laut dan untuk mencapai tempat tersebut kita dapat menaiki Peak Tram.

Setelah mandi dan makan siang, saya menuju ke Lower Peak Terminus. Dari Fortress Hill saya menaiki MTR menuju Sheung Wan dan berhenti di Central Station (exit J2). Sesaat setelah saya keluar dari J2, ternyata saya berada di sebuah taman dan Bank of China Tower menjulang dengan gagahnya di hadapan saya. Saya mengikuti petunjuk jalan untuk mencapai Lower Peak Terminus. Setelah melewati Bank Of China Tower dan Citibank Tower, akhirnya saya melihat tulisan PEAK TRAM dan antrian yang sangat panjang. Saat itu hari minggu, sehingga tak heran banyak wisatawan yang ingin mengunjungi Victoria Peak. Saya membeli 3-in-1 Combo Package (Return Peak Tram + Madame Tussaud + Sky Terrace) seharga 200 HKD.

Setelah mengantri cukup lama, kira-kira 3 menit, akhirnya saya menaiki Peak Tram. Perlahan-lahan tram meninggalkan Lower Peak Terminus menuju ketinggian 396 meter di atas permukaan laut dengan kemiringan 4 sampai 27 derajat. Lama perjalanan sekitar 15 menit.  Sungguh pengalaman yang sangat menyenangkan.

Hong Kong from Sky Terrace - Victoria Peak

Hong Kong from Sky Terrace - Victoria Peak

Setelah sampai di Upper Peak Tram Terminus, tempat yang saya kunjungi pertama adalah Madame Tussaud Museum.  Tidak terasa saya menghabiskan waktu sekitar 1 jam di sini karena asyik berfoto-foto dengan patung lilin seleberitis dan langitpun sudah mulai gelap, akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke tempat selanjutnya yaitu Sky Terrace.

Sky terrace adalah tempat tertinggi di Victoria Peak. Dari ketinggian 428 meter di atas permukaan laut, saya melihat keindahan Hong Kong di waktu malam. Cahaya-cahaya lampu dari gedung-gedung tinggi bertebaran bak bintang yang menyinari angkasa. Udara yang cukup sejuk dan angin yang bertiup sepoi-sepoi menambah nikmatnya suasana malam itu, meskipun saya harus berebut tempat dengan para pengunjung lainnya untuk menikmati pemandangan yang memesona itu.

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam dan waktunya untuk kembali ke Hostel. Hari pertama di Hong Kong berakhir, bersiap untuk melanjutkan perjalanan di esok hari. Menuju negeri fantasi yang penuh dengan keceriaan, Disneyland!!!

Referensi:

  • Turbojet click here
  • Hong Kong MTR click here
  • Yessinn Hostel click here
  • Victoria Peak click here
  • Madame Tussaud click here

  • July 26, 2010

    Need for world 2.1

    by Muhamad Fajrin Rasyid at July 26, 2010 06:38 PM

    NC1253HZ6. Anyone following Indonesian media regarding world cup prediction should be familiar with this code. Deddy Corbuzier, the name of the mentalist previsioned that the code is the key to open the answer question about world cup winner. It turned out that NC1253HZ6 is his user id in youtube – so that you would be directed to video showing that his announcement that Spain would win world cup three weeks before the match. As I am a person who dont believe in any divination, I thought and browsed on tricks behind it, and voila, found the logical reason behind (you can easily google it to get satisfying answer). What I want to say is what happened after people figured out the trick. Some said that he is just cheater (found many facebook user posted this), then here goes the war (in twitter, especially) between the pros and cons.

    Similar situation happened in the last few weeks when three Indonesian national public figures were busted due to their sex tape (no need to mention the name, all of you knew already who persons I referred to here are). Twitter, facebook, blog, media (online or tv based) were totally full of news regardhing this. For some days I never spent a day without reading their names. Same with the former, war happened amongst pros and cons – whether or not they should be sentenced to jail.

    However, the moment that I cared the most, and I felt so pity about, was when my university punished one of its students not to study there in 3 semesters for racism (cursing another etnic) in his facebook. Was he making mistake as ITB student? I dont know. It is just too weird for me that ITB punished him because of that. Is UU ITE (law concerning electronic information and transaction) not enough? Why did not the provincial government punish him? Why did not the district government? Why did not head of Kecamatan, Kelurahan, RW, or RT? Guess I am getting sarcastic here. My point here is that, I am not sure that, he deserved punishment that bad for doing something that – undeniably – simple. And it is just, “accidentally” he holds ITB student ID card.

    Anyway, those three happened. They are all few examples on the effect of what our world currently evolves into – world 2.0. The term “blabla 2.0″ (blabla here can refer to marketing, learning, education, government, etc) started to popular few years ago, marked with the rise of interactively designed website. When first introduced, website – technology that connects almost two third of world population nowadays – was built purely to give information. We visited web address, got some information, navigated through its link, exposed to more information. These days, web users do more than just retrieve it. They can interactively control data (create, edit, delete) over the websites. Blogs, Wikipedia, social networkings, and many others are few of its application – where knowledge are built by interaction from their users.

    Then there went so many new terms based on this principle. Business 2.0 is basically how you develop business ideas by asking opinion from its followers. Learning 2.0 is talking about interaction between students and lecturers. Library 2.0 is about providing books whose content is possibly from the readers. And finally, World 2.0 is about people using technology to find better solution for every aspect of life. How to find the location? Use twitter/4sq. How to find old friends? facebook. How to get job? linkedin or younoodle are good. Playing game? So many online ones out there. And many others example.

    Simply enough, people are trying to accomodate more and more aspects in this “new world”. Something we never consider before to be able to do through online, becomes common nowadays. Indeed it has never been a bad idea. However, I put three cases in front to remind about one thing, that probably the improvement of this World 2.0 is fast, way too fast that the habit of the people may not be able to follow. All the examples above, and also perhaps Prita case, show that we are still unsure on what we should (or should not) do regarding one event.

    Privacy and confidentiality are also important. Also personal security. And phishing. And so forth – can benefit some of us but will cause great damage or loss to many other people. These danger might not be solved by newer technology or world. In fact, smaller investment can provide better result in overcoming the problem – investment called capacity building. Movement – togetherness – to adapt people to current world so that we can become wiser in using the technology. By doing this we dont have to worry about living in this new world.

    I called this World 2.1. Not to change radically on the current system or world. Instead, just improving or upgrading our current world to overcome a little bit bug came with this version. Will write more on the capacity building later, but for now, want to ask you guys a bit on one of the example above – does the ITB student deserve that punishment? why or why not? Would be happy to know your ideas. Cheers!


    Belanja di Bali?

    by dseptia at July 26, 2010 06:11 AM

    Petualangan Bali Ranger di Bali telah berakhir, selain beberapa objek pariwisata yang dikunjungi, kami juga rajin pergi ke tempat-tempat belanja. sekedar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ngeceng, nongkrong , atau bahkan belanja oleh-oleh..

    here they are!

    Bali Mall Galeria

    mall paling lengkap di Bali. dibagi dua zona. zona Barat itu isinya fashion dan barang-barang import. di Galeria pun ada tempat oleh-oleh yang menjual beragam barang khas Bali. tapi not recommended buat turis lokal. harganya selangit!

    sekedar informasi, mall ini luas banget! mungkin karena kebijakan pemerintah Bali yang gak memperbolehkan bangunan lebih tinggi dari 3 lantai. berbagai gerai super lengkap jadi berjajar di seluruh area.

    Kalo kesini, kita biasa ke Hypermart buat beli kebutuhan sehari-hari. sebelum belanja biasanya kita makan di foodcourt yang terletak di tengah-tengah mall. tempat duduknya pewe banget karena langsung beratapkan langit Bali yang selalu penuh bintang dan jarang hujan! menu makanan favorit disini : CFC ! (soalnya harganya terjangkau) -_____-


    Circle K

    yang ini gak usah kuatir deh. banyak banget di Bali! sama kayak Bandung, tapi bedanya kalo disini gak ada alay-alay yang nongkrong. ya kecuali yang satu ini :p

    selain circle K, di Bali juga banyak toko sejenis. tinggal pilih aja mana yang sesuai dengan tingkat kealayan anda.. fufufu..

    Pasar Sukawati

    paling top emang belanja oleh-oleh di sini! nawar sedikit, kita bisa dapat barang-barang dengan harga yang super murah! area pasar pun luas banget, jangan ragu untuk ngubek-ngubek sampai ke dalam, karena banyak barang-barang unik yang jarang didapat di tempat lain.

    untuk perbandingan, berikut harga beberapa barang favorit oleh-oleh di sukawati dibandingkan beberapa tempat lain :

    • Kaos Bambu, kaos yang berbahan tipis bermacam warna dengan sablonan gambar bambu di depannya. di Pasar Sangeh, gw beli harganya 15ribu. di Krisna, tag harganya menunjukkan 13rb. sedangkan di Sukawati, cukup 10rb saja!
    • Tas Perca, tau kan tas ransel bahan kain perca yang mulai banyak dipakai baik pria maupun wanita? nah di Pasar Ubud harganya 60rb, di Krisna sekitar 35rb, dan di Sukawati tas ini berhasil gw borong dengan harga 25rb! yipiii!
    • Gelang warna -warni, di PVJ Bandung, harganya 15rb (membandingkan dengan di kota :p). di Krisna, sekitar 5rb. di Sukawati, sama sih 5 rb, tapi dapet EMPAT! :p
    • Sendal Jepit Manik-manik. tau kan sendal jepit warna-warni yang di talinya ditempel manik-manik gitu?  beli di Pasar Bogor harganya 20r. ternyata di sukawati cuma 10 rb! -____-

    masih banyak lagi barang-barang lain. dengan era internet dan transportasi seperti sekarang. barang-barang kerajinan Bali udah bisa di dapat di kota-kota besar juga sebenernya, jadi sempet bingung juga kalo beli oleh-oleh, karena di jakarta atau bandung juga pasti ada model kayak gitu. ya cuma satu yang pasti, harga di sini bakal jauh lebih murah dibanding beli di kota :D

    Pasar Ubud

    sejenis dengan Pasar Sukawati, tapi letaknya di Ubud.  jangan ragu nawar kalo kesini karena harganya bisa dinaekin sampe 5 kali lipat! tips : mulai tawar dari 15% harga. gw naksir tas yang harga awalnya 95rb, gw tawar jadi 15rb. setelah pergelutan sengit. akhirnya gw dapet dengan harga 25rb. voila!

    ps : tapi mending jangan belanja di sini, tas yang gw ceritain di atas, ternyata di Sukawati harganya 15 rb… :( (

    Discovery Mall

    Mall tua di daerah Kuta. walau dari luar penampakannya kayak bangunan gak keurus, tapi ternyata di dalamnya tersedia lengkap counter-counter kayak di mall-mall lain. (bisa dipastikan ini bukan mall-mall an kayak BTC, hey warga Bogor :p).

    Spot favorit di sini? FOODCOURT! bukan hanya karena saya suka makan, tapi  kalau kita makan di Solaria, kita bisa duduk di deket jendela super besar yang menghadap ke pantai kuta. jadi sekalian makan, bisa sekalian liat sunset deh.

    di belakang kita itu Discovery Mall nya loh

    Ice Cream Lover? cobain deh beli marbelicious ala Cold Stone disini. enak banget! bosan jalan-jalan, kita bisa mampir karaokean. tapi not recommended deh tempat karaokenya. mahal dan servisnya tidak memuaskan (ninja)

    Kios-kios Kaki Lima

    Merupakan jenis kios pasti bisa kita temui di sepanjang objek wisata. barang jualannya setipe semua. kaos Barong, kaos Bamboo, miniatur “xxx”, gantungan kunci, kalung-kalung, dsb. SOP template yang selalu dipake kalau kesini

    Saya : (senyum manis) ini berapa mas? (sambil nunjuk barang yang ditaksir)
    Penjual : !@&*^
    menyebutkan harga awal yang selangit)
    Saya :
    wah, mahal ya.. (tampang sedih dan kere) segini boleh gak mas? (nawar) (senyum manis lagi)

    nah kalo tetep gak di kasih, saya akan pergi meninggalkan penjual. kalo udah gini ada 2 skenario alternatif.

    skenario 1 : penjual baik hati

    Penjual : boleh deh neng, sini -sini mau pilih yang mana
    Saya : wah makasih mas (tetep senyum manis, sambil pilih-pilih barang, kadang di selingi ramah-tamah basa-basi nanyain ini itu)

    skenario 2 : penjual haji arni (pelit, red.)

    saya : (jalan pelan-pelan berharap dipanggil)
    penjual : (cuek, ngelayanin pembeli lain)
    saya : (keki, balik lewat tempat tadi trus pasang muka jutek)

    Krisna

    mau belanja oleh-oleh? mau dapet harga yang murah tanpa mesti capek nawar. di sini tempatnya. cabangnya banyak dimana-mana. salah satunya di jalan Sunset Road. Lukisan, Baju, Tas, Kosmetik, Makanan, Kalung, Mainan, Pajangan, dan masih banyak lagi yang bisa kita beli disini.

    Emangnya beneran murah? sebagai contoh : Kalo di pasar, beli kaos bamboo harga awalnya 20rb. saya pernah dapet 15rb, ada juga yang mau kasih 10rb. kalo di sini harga kaosnya 12rb. lumayan kan? Contoh lain, saya beli Kipas Bali di sini harganya 4rb, pas ke Ubud ada kipas serupa, pas saya tanya harganya 24rb!! (emang penjual di Ubud kejam-kejam!)

    Mall Denpasar

    letaknya di Jalan Puputan Denpasar, gak ada yang spesial di sini. Mall nya kecil, lebih tepat disebut Plaza sepertinya. tapi lumayan untuk belanja kebutuhan sehari-hari. ada Toko Buku Gunung Agung dan Pizza Hut juga di sini. selebihnya ya toko-toko baju dan foodcourt biasa deh.

    nah, cuma waktu kita ke sini ada kejadian menarik. temen gw ambil uang di ATM. karena ATMnya cuma dikit, doi masuk ke ATM Bank Bali. berniat mau ngambil uang 300rb, dia kaget karena uang yang keluar adalah campuran pecahan 50rb dan 20rb! (jarang kan ada atm pake beragam jenis pecahan di satu mesin?) sempet curiga, jangan-jangan uang yang keluar kurang, eh ternyata pas dicek jumlah uangnya 350rb!huahaha.. padahal di struk dan ketika kembali dicek, yang tercatat di tabungan adalah penarikan senilai 300rb. hei pengelola Bank Bali, ayo itu ATM nya diperbaiki... ;)

    Begitulah petualangan kami dalam rangka pengurusan dompet. semoga bermanfaat untuk yang mau ke Bali dan cari oleh-oleh, jangan lupa kirim-kirim ke saya ya ;)


    July 25, 2010

    Crunchy Error in jQuery-ing

    by Ega Dioni Putri at July 25, 2010 11:06 AM

    Argh, lagi-lagi saya harus berputar-putar seharian di kode yang nggak ketahuan salahnya di mana T_T dan hari ini garing banget deh salahnya. Ceritanya, saya kan jarang memakai jQuery, tapi pengen gaya sekali-kali bikin menu menggunakan itu. Tidak terlalu susah karena tinggal comot di internet dan mengubah isinya. Saya pakai yang sudah populer saja macam Superfish buatan bang Joel Birch. Waktu dipasang, tidak muncul dropdown-nya, di Error Console-nya Firefox sih katanya

    jQuery is not defined

    Saya baru ingat kalo pengaturan path struktur modul saya khusus, harus pake absolute path yang sudah didefinisikan. Taraa, ternyata bukan itu masalahnya.

    Saya lalu mencoba membuat fungsi untuk memanggil javascript lain di kode si superfish ini. Tentu saja untuk memanggil si jQuery. Di html-nya sudah ditambahkan juga yang memanggil jQuery dan modul-modul dependency dia lainnya. Zzzz, tidak berhasil juga.

    Waktu saya sudah lumayan terbuang buat bingung dan googling. Ternyata belum rezeki saya. Walaupun masih penasaran, akhirnya saya lupakan sampai sore harinya.

    Barusan saya penasaran lagi, saya cari tahu lagi masalahnya. Ternyata masalahnya garing banget…gara-gara tag yang memanggil jQuery saya letakkan di bawah tag modul Superfish. Huaaa, kenapa nggak dari tadi sih ketemu sama jawabannya -_-”

    Tadinya:

    Yang benar:

    Penjelasan ilmiah:

    jQuery undefined is typically caused by a path problem to jQuery.js or you may be making calls to jquery before it is loaded (jquery needs to load before any plugin files)


    Filed under: Artikel Empiris Tagged: dropdown, error, jQuery, menu, not defined, superfish

    imajinasi

    by Rani (rrrunni@yahoo.com) at July 25, 2010 04:30 AM

    beberapa waktu yang lalu saya nonton film toy story. melihat andy kecil atau bonnie seperti melihat diri sendiri berbelas tahun yang lalu. imajinasi yang liar dan tak habis-habisnya.

    sekarang kemana ya imajinasi itu?
    saya merasa kehilangan.

    sepertinya, pintu imajinasi tertutup dengan kunci realita.

    July 24, 2010

    Bukan Sepatu Kaca

    by dseptia at July 24, 2010 01:23 AM

    menemukan sepatu ini di sekretariat depan mushola, langsung difoto aja :p

    Bukan Sepatu Kaca,
    Tapi dia pernah mengenalkanku kepada 4 huruf yang merangkai kata
    Huruf-huruf yang kemudian mengantarkanku kepada sebuah keluarga

    Terima kasih atas segala pengalaman yg telah kalian berikan,
    Segala cinta baik yg telah maupun belum tersampaikan,
    Sepatu ini selalu mengingatkanku akan suatu perjuangan,
    Bahwa dibalik kesulitan selalu ada kemudahan,
    Dan tentunya kau takkan pernah sendirian..


    July 22, 2010

    Dandelion

    by ghe2 at July 22, 2010 04:43 PM

    As we go on, we remember All the times we had together And as our lives change, from whatever We will still be Friends Forever.. Yak, penggalan lirik Graduation masih terngiang di kepala saya. Kalo saya memflashback beberapa hari yang lalu, masih inget grasak-grusuknya perealisasian persembahan wisudawan. Ega lah yang pertama mencetuskan ide nyanyi bareng [...]

    Mengabarkan dalam sudut pandang baik

    by inoex135 at July 22, 2010 11:38 AM

    Berita merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia modern saat ini. Hampir setiap hari orang perlu untuk baca berita. Berita menjadi ladang bisnis yang sangat menggiurkan, karena semua orang butuh. Ada banyak sekali media berita saat ini, media cetak ada banyak sekali, media online apalagi. Dalam pendapatku dan istriku, ada yang kurang dari media-media itu, mereka [...]

    Carry On (Sebuah Dedikasi untuk IF06)

    by rNest at July 22, 2010 01:07 AM

    Dedicated to Informatika 2006 (kapan kita punya nama angkatan. LOL) Hiyaaa. The end only means the end in novels and movies. Not in real life, no. So if you find this being like some sort of closure, I assure you that it’s not. Tulisan ini hanya untuk bilang sama kalian, Informatika 2006, bahwa saya senaaaaaaang [...]

    July 21, 2010

    Before suteki da ne in ff 10

    by Budi Satrio at July 21, 2010 01:19 PM

    Listen to CD 4 Track 10 in FF 9 soundtrack.
    The title is Passing Sorrow. When you’ve heard, then you should know it contains inspiration to Suteki Da Ne in FF 10


    Sketchphotograph

    by ghe2 at July 21, 2010 11:44 AM

    Apa yang terpikir kalo ngeliat gambar di atas? Pasti ga sedikit yang berpikir “Ah..photoshop”. Ternyata, saudara-saudara, gambar di atas murni adalah hasil jepretan dan sketsa tangan dengan menggunakan pensil. Inilah karya istimewa Ben Heine (27 tahun), orang di balik ide penyatuan fotografi dengan gambar sketsa. Ben Heine yang seorang pelukis, ilustrator, fotografer, dan juga karikatur asal [...]

    Tragedi Bus Transjakarta dan BlokM

    by nie at July 21, 2010 06:38 AM

    yuhuuu,
    tadi malam, aku tidur di tempat Khrisna lagi, langganan kalau SPJ ke Jakarta. Di hotel bayar Bo’, di tempat Khrisna gratis malah dapet sarapan tiap pagi. wahahahahaha…
    Tadi bangun jam 5 pagi, tapi trs tidur lagi..  :-D

    Jam 7 bangun, trs mandi.. siap2 berangkat ke kantor jakarta selatan. ohohoho..
    tidak lupa sarapan empek2 dulu..
    dan tragedi pun segera dimulai..

    Udah diwanti-wanti oleh Khrisna, naek busway dari halte Sarinah dan turun di halte Al-Azhar. tadi malam, aku pun merekamnya dengan baik.. yoshh… Bismillah..

    Dari tempat Khrisna, naek bajaj menuju Sarinah. Lalu, jalan kaki sebentar, then I got the bus!! Berhasil!!
    Emang bener kata Khrisna, bus nya lumayan longgar. Aku dapet tempat duduk.. hmmppp, sambil menikmati gedung-gedung tinggi.. halte per halte telah dilewati..
    Tersadar dari lamunan begitu sudah sampai di bunderan Senayan.
    Wah, kayaknya udah mau ke arah Blok M nih (sotoy lagi)

    Ku lihat gedung-gedung yang dilewatin (tapi hanya sisi yang ada di depan mataku saja).
    Klenengan bus pun berbunyi, “Halte Masjid Agung, lalalalalalaa…..”
    aku cuek,
    ahh.. masih 1 halte lagi ini kayaknya. Lagian nama haltenya kan bukan halte masjid Agung,..
    Sang angel pun membisik,  eh, tapi di Al Azhar kan ada masjid juga..
    hmmpp… jangan-jangan emang namanya udah ganti sekarang?
    tapi bus pun sudah melanjutkan perjalanan, dan aku masih tetap yakin (dan sedikit berharap) pasti halte Al Azhar ada di depan..

    Klonengan pun berbunyi lagi, “Bus lalaallala… telah sampai di tujuan akhir … Blok M”
    Lohhh, kok udah blok M..
    aargggghhh, bearti bener kata bisikan hati tadi. Halte Masjid Agung yang dimaksud adalah masjid Al Azhar.. jeng..jeng..jeng..
    eff, gpp deh jalannya agak jauh nanti dari Blok M nya..
    Bus berhenti di halte Blok M, wow.. kok masuk lorong.. waaa, gelaapppp.. banyak warung..
    seremm.. T___T
    dulu pernah naek sampai sini, tapi aku udah lupaa.. kalau mau keluar, aku harus ke arah yang mana yaa…

    fufufufufufuu…

    naek busway lagi aja deh, sign nya yang paling jelas terpampang.. ahahahahaha..
    daripada malah nyasar..

    Akhirnya naek busway lagi dari Blok M, kali ini aku milih berdiri saja walaupun tempat duduk ada yang masih kosong. Ya Allah, ternyata si gedung kantor yang akan aku kunjungi itu ada di sebrang deretan gedung yang aku lihat pas duduk tadi. d’oh..
    Dan sangat terhina sekali, ternyata gedung itu cuma beda 1 gedung saja dari halte Masjid Agung.. wahahahahahaha…

    Baeklah.. pelajaran berharga..
    Biar ga nyasar lagi laen kali, fiuhh.. syukurlah ada bus TransJakarta.
    Jadi di lorong blokM yang gelap itu ada penanda arah, dan saya selamat.. hahahaha.. :-D

    Terimakasih TransJakarta.. ahaahahha… :) )

    Pulang ke Bandung besok pagi aja ahh, mo diajak kencan ama Khrisna. Nonton dulu di Plaza Indonesia, biar bisa jadi AGJ gethoo… wkwkwkwkwkw…


    July 20, 2010

    Tragedi Taksi

    by nie at July 20, 2010 09:50 AM

    Percakapan Pertama:

    Penumpang: “Kebon Sirih ya Pak..”
    Sopir Taxi: “Biasanya lewat mana ?”
    (ini trik pertama untuk mengetahui sang penumpang adalah orang yang naek taxi karena pengen cepet sampai dan ga mau ribet… atau karena tidak tahu arah jalan menuju tujuan)
    Penumpang: “Oh, lewat semanggi aja Pak.. lurus..”
    (dengan nada sok tau.. :-D )

    Percakapan Kedua:

    Sopir Taxi: “Udah di HI, mau lewat belakang hote nikko atauuu..”
    Penumpang: “Waduhh, terserah deh Pak. Yang cepet aja, sarinah jg boleh”
    (Penggunaan kata Waduh: menandakan sang penumpang tidak tahu sekarang sedang ada di maan dan kata Terserah menandakan penumpang tidak tahu harus ke arah mana..
    lalu jawaban setelahnya pasti memberikan jawaban yang sok tau untuk kesekian kalinya
    :-/ )
    Sopir Taxi: tersenyum lebar..  ”Oh, mau lewat sarinah aja. baiklah..”
    (nahh.. target’s locked, sang penumpang yang sok tau)

    wakakakkaakkk…
    aku lah penumpang itu, heu.heu.heu..
    alhasil muternya panjang kaliiii… fiuuhhh..
    Aneh sihhh pak-tukang-taxi-yang-kurang-budiman-inih, orang ga tahu malah dikibulin..
    Sopir Taxi:Ya situnya jg jangan sok tau dong
    kan argonya jalan terus ituuhhh Pak.. mending saya pulang ke Bandung ajaaaaa kalau gini mahh… :(

    ahahahhaa..
    Oh my Jakartaaaaaaa.. :D


    funny yet so crazy people

    by drawing rainbow (noreply@blogger.com) at July 20, 2010 09:32 AM


    i'm a big fan of Family Outing. a Korean reality show which gathers some Korean favorite artists to come and do things like a real family. they live in some civilians house and do civilian's daily activities such as catching eels, catching fish, picking vegetables, etc.

    the list of the artists are:
    • Yoo Jae Suk
    • Lee Hyori
    • Lee Chun Hee
    • Yoon Jongshin
    • Kang Dae Sung
    • Park Ye Jin
    • Kim Soo Ro
    • Kim Kook Jong
    they consist of actors, actresses, and singers. and despite their sexy appearance in TV, in this reality show they really look like an ordinary person. and yet they're very funny and crazy!

    and because of that reality show, i've known Cha Tae Hyun. which he was one of Family Outing's guest. and he is so funny. (i do really really like funny man!). and when Ririz downloaded his movie titled Speedy Scandal, i just watched it. he act so naturally funny in that movie. i laughed a lot.

    hey! it's 4.30 WIB in my laptop's watch. so i'm gonna finish my interface design and go back home :) finally, there are 8 days left for my practical work. Surely i miss Bandung and my hometown, Solo, of course.


    July 19, 2010

    bimbang (lagi)

    by Djafar at July 19, 2010 05:25 PM

    seru ngga seru..
    perahu dibakar, ngga bisa pulang
    tapi kepala diisi batu.. jadinya berat

    ada yang harus gw kerjakan
    tapi juga ada yang mengganjal pikiran
    dan memang dia benar, gw terlalu banyak mikir

    ——————————————————

    satu.
    satu satu lo kerjakan dahulu
    pelan.
    pelan-pelan semuanya dilewati

    bacalah kisah mereka yang berhasil
    mereka lewat jalannya sendiri
    ngga ada yang berhasil hanya dengan lewat jalan mulus
    semua lewat jalan bergelombang besar

    laut pun sama.. ngga ada pelaut hebat
    yang hanya berlayar di pasific
    semua menjajal samudra hindia
    untuk menantang kemampuannya

    come on..
    bakat itu bukan untuk disia-siain

    percayalah,
    dia.. bukan dia, sekarang.. atau nanti
    sama aja..
    lo punya jalannya. khas. unik. diri lo sendiri.

    perlu untuk lo sadari
    semua sebanding dengan harga yang harus dibayar
    seperti sebuah blackberry.. seperti sebuah rumah mewah..
    dan juga dirinya

    yakin aja dengan apa yang lo jalani
    percaya
    lakukan
    dan jangan berhenti.

    karena dunia ini terlalu luas,
    jika hanya berada disana dan diam saja
    arungi, terbangi, kangkangi, injak!
    karena lo bisa.. dan lo mampu

    bismillah..

    amin..


    Crossing the Borders and Mekong River

    by Lost Wanderer (rika.safrina@gmail.com) at July 19, 2010 03:42 PM

    10/07/2010 Nowadays there are many buses, night and day, operated between Ho Chi Minh City (HCMC) and Siem Reap (SR). It took 6 hours to go from HCMC to Pnomh Penh (PP) and plus 6 hours to SR. We decided to take Mekong Express (in the day time) based on people recommendation in internet. It is the first bus company that operates HCMC - SR route, so the buses were considered old but I believe

    Going Around Ho Chi Minh City

    by Lost Wanderer (rika.safrina@gmail.com) at July 19, 2010 03:39 PM

    08/07/2010 Today I woke up late almost 9.30 am due to world cup and holiday mode on. Hurry up going downstairs to catch the breakfast that lasted til 10 am. Our day plan was easy and relax, walking around the city to visit landmark buildings of Ho Chi Minh City. We didn't take any tour (which usually costs around $10), we went around by ourselves: War Remnant Museum, Reunification Palace,

    oh kewl, I am a Brown Tiger! ;D

    by drawing rainbow (noreply@blogger.com) at July 19, 2010 09:02 AM




    You are Brown Tiger, who get in touch with others with calm attitude.
    i'm not that calm actually.
    You are both pure and friendly, and have the atmosphere of motherly tenderness.
    yeah! i always know that i'll be a good housewife in the future with my motherly tenderness attitude ;D
    Your character seem flexible and gentle, but you are actually someone who has their own opinion, and do not like to lose.
    totally me!
    You are not scared of things.
    except lizard, snake, ghost, darkness, and other scary things. and ambulance car (gosh, i hate it so much) ?
    You can steadily lead life to accomplish your goal.
    hopefully. i'm trying to :)
    You have the big sister sort of character.
    i've been the big sister for 20 years already
    People around you may push you to become their leader, but your sense of organizing people and action is not that strong.
    haha! wow, 100!
    You are confident, and can put to action with perseverance and guts.
    You are dedicated to many things.
    You can carry out things calmly and steadily at your own pace.
    100!
    You don't worry about things so much, and possess the talent to combine many factors together to create a new thing.
    100++!
    You are well balanced person.
    i don't think so. but maybe in the future? amin :)
    Nevertheless, you possess feminine atmosphere and are dependent person.
    hiks. you're right.
    You lack self-support, and therefore you will be good at working in the back-ground.
    mm, what can i say? i'm a total public pussy LOL
    Men are attracted to your mysterious atmosphere, but you tend to be very careful, and not fall in love too easily.
    not fall in love easily? 100! hiks, i envy for those who can fall in love easily.
    You are weak on favors, and can not turn them down.
    Once married, you will stay at home and be obsessed with children's education
    no comment heheheheheee ;D but i love the last sentence. amin :)

    Parachute – The Mess I Made

    by paw at July 19, 2010 08:26 AM

    Should’ve kissed you there, I should’ve held your face
    I should’ve watched those eyes, instead of run in place
    I should’ve called you out, I should’ve said your name
    I should’ve turned around, I should’ve looked again

    But ohh, I’m staring at the mess I made
    I’m staring at the mess I made
    I’m staring at the mess I made
    As you turn, you take your heart and walk away

    Should’ve held my ground, I could’ve been redeemed
    For every second chance, that changed its mind on me,
    I should’ve spoken up, I should’ve proudly claimed
    That oh my head’s to blame, for all my hearts mistakes

    But ohh, I’m staring at the mess I made
    I’m staring at the mess I made
    I’m staring at the mess I made
    As you turn, you take your heart and walk away

    And it’s, you, and it’s, you…
    And it’s, you, and it’s, you…
    And it’s falling down, as you walk away…
    And it’s on me now, as you go…

    But ohh, I’m staring at the mess I made
    I’m staring at the mess I made…
    I’m staring at the mess I made
    As you turn, you take your heart and walk away

    And it’s falling down, as you walk away…
    And it’s on me now, as you go…

    But ohh, I’m staring at the mess I made
    I’m staring at the mess I made…
    I’m staring at the mess I made
    As you turn, you take your heart and walk away


    Tentang LAMP Stack

    by Ega Dioni Putri at July 19, 2010 03:08 AM

    Ada hal menarik di salah satu lowongan pekerjaan yang mampir ke mata saya. Perusahaan memasang syarat “excellent implementation skill in the LAMP stack” untuk calon SDM-nya. Sebagai pecinta OS pinguin, saya jadi merasa punya ‘teman’…hehe. Selain senang sama perusahaan yang memberi perhatian khusus untuk hal satu ini, saya dari dulu juga suka berandai-andai kalo berkesempatan merekrut karyawan akan mencantumkan syarat itu juga. Cerita tugas akhir saya juga begitu. Sejak awal pengerjaan saya pengen bisa menghasilkan aplikasi yang tidak ribet dan tidak tergantung platform tertentu dalam menjalankannya. Alhamdulillah bisa terwujud karena implementasi di LAMP stack mampu menjawabnya.

    Jadi apa sih sebenarnya LAMP stack itu? Stack itu kan tumpukan ya, sedangkan LAMP itu singkatan dari Linux, Apache, MySQL, dan PHP/Python/Perl/PgSQL. Silakan diinterpretasi sendiri deh arti keseluruhannya :P Intinya sih teknologi yang berbasis itu semua. Biar lebih ilmiah menjelaskannya, berikut saya kutip beberapa hal dari salah satu slide presentasi yang saya temukan.

    Situs apa yang jadi langganan Anda selama berselancar di dunia maya?
    Facebook?
    Google?
    YouTube?
    Flickr?
    Wikipedia?
    dan masih banyak lagi tentunya.

    Apa pun situsnya, yang jelas mungkin kita jarang kepikiran di atas apa mereka semua berjalan. Tsah, bahasanya. Iya, mereka…para situs yang setiap hari Anda buka itu sebenarnya berjalan di atas si LAMP ini. Anda bisa mengeceknya di sini atau situs lain yang sejenis. Misalnya di contoh berikut saya mengecek situs Diolabs:

    Dengan kondisi saat ini, LAMP sudah barang tentu akan menjadi teknologi aplikasi web masa depan (seperti halnya software atau OS open source yang akan menjadi masa depan kita..haha). Kenapa bukan .Net, Java, atau lainnya? bukankah mereka terkenal juga? wah ya coba tanyakan pada rumput yang bergoyang :D Yang jelas sih, LAMP sendiri punya kelebihan yang telah teruji selama ini, contohnya:

    • Lebih aman
    • Tingkat skalabilitas tinggi
    • Open source
    • Biaya rendah (jelas karena semua serba gratis)
    • Performansi bagus

    Nah, sekarang pertanyaannya, kenapa masih ada perusahaan yang takut untuk beralih ke sana? apalagi kalo kita lihat kondisi di lapangan bahwa sisi keamanan informasi dalam hal serangan kode perusak tingkatnya sangat tinggi dan menghabiskan waktu, tenaga, biaya yang tidak sedikit untuk memulihkannya…kenapa tidak sekalian pada ganti ke open source saja? Jawabannya sudah menjadi rahasia umum: kebiasaan sulit diubah. Karena sejak dahulu kala kita sudah dicekoki Microsoft, misalnya, jadilah yang kita kenal dekat dia. Sulit bagi perusahaan untuk mencari orang yang capable dengan LAMP. Dari perusahaan yang pekerjaannya cuma pakai office suite saja sampai pengembang software, sama saja sulitnya cari orang yang akrab dengan Linux dan kawan-kawannya.

    Jangankan jauh-jauh memikirkan perusahaan, di kalangan mahasiswa sendiri pun, berapa orang sih yang pakai Linux? mereka bilang itu makanannya teknisi atau administrator saja. Memang tidak heran karena kenyataannya begitu. Karena kebiasaan, banyak orang yang malas keluar dari zona amannya. Bagaimana kalo terjadi kesulitan? mereka akan susah mencari orang yang bisa ditanya. Dari pengalaman, ujung-ujungnya sih memang pengguna Linux akan sangat mengandalkan mesin pencari di internet untuk memecahkan masalah-masalahnya sendiri, tapi justru di situlah letak tantangannya. Kita bisa mengusut sendiri kesalahan yang terjadi di komputer kita, bukan hanya disuguhi kotak dialog dengan pilihan “Send Report” atau “Don’t Send” saja :lol:

    Oke, sumbernya ada di sini nih…


    Filed under: Agak Serius Tagged: .Net, Apache, Java, LAMP stack, Linux, mysql, open source, php

    July 17, 2010

    Measure Your Life in Love

    by ndrewh at July 17, 2010 05:26 PM

    two million one hundred three thousand eight hundred and forty minutes
    two million one hundred moments so dear
    two million one hundred three thousand eight hundred and forty minutes
    how do you measure, 4 years in college?

    in classes, in quizes
    in cheating, in subjects you ace
    in heartbreaks, in hectics,
    in laughter, in strife?

    in two million one hundred three thousand eight hundred and forty minutes
    two million one hundred events to plan
    two million one hundred three thousand eight hundred and forty minutes
    how do you measure a life of a student as a friend?

    in things that we learnt, or in times that we tried
    in how well things turn, or the way that we lied

    it’s time now to sing out for the time that will never end
    let’s celebrate, remember the years of our life in college..

    how about love? we’ve got to remember the love..
    how about love? give love, share love, spread love..
    measure, measure your life in love..

    – RENT – Seasons of Love (dengan perubahan seenak jidad)

    thank you for 4 years full of love..


    Random Colors

    by Otakusut (noreply@blogger.com) at July 17, 2010 11:05 AM

    Finally i got a chance to use my tele lens in a short holiday trip with mom and my sister. I used secondhand 55-250 mm Canon EFS IS lens I bought from Kaskus several while ago. In the middle of my activities taking photos, I accidentally dropped my DSLR camera. I was totally SHOCKED! Fortunately, it's still normally functioned, although with some deep scratch in some part of its body. Sorry, baby... :"(

    Anyway, i've just found out that Image Stabilizer (IS) feature in my tele lens was really useful in helping me produce quite sharp picture. I casually tried to turn it off and I got a blur photos, especially in the low light situation. I always enjoy taking candid photos and see the expressions of people. Maybe I should be paparazzi, hehe...


    Weird kid I saw in city hall (Click to enlarge)

    Guardian of arc de triomphe? (Click to enlarge)


    Some pictures below are another random point and click (i should really learn more about composition :"P), but I love the colors. But since currently I don't have picture editors in this computer, i haven't edit the brightness and contrast yet. So please understand if the pics are too bright or too dark. Hehe...


    Another wodden toys I fall in love with (Click to enlarge)

    Kitchen berries (Click to enlarge)



    Ah, what a colourful day.

    Have a nice weekend, everybody! :)


    July 16, 2010

    Komm, süsser Tod

    by Budi Satrio at July 16, 2010 06:58 PM

    This song is awfully unique and controversial, since it could lead people to suicide. It’s played on the most controversial anime, The End of Evangelion. There’re some spiritual lines in there which made me to add this song into my playlist.

    You can get it here.

    Below are it’s lyric. I warned you, it is really sorrow and deep.

    I know, I know I’ve let you down
    I’ve been a fool to myself
    I thought that I could
    live for no one else

    But now through all the hurt & pain
    It’s time for me to respect
    the ones you love
    mean more than anything

    So with sadness in my heart
    (I) feel the best thing I could do
    is end it all
    and leave forever

    what’s done is done it feels so bad
    what once was happy now is sad
    I’ll never love again
    my world is ending

    I wish that I could turn back time
    cause now the guilt is all mine
    can’t live without
    the trust from those you love

    I know we can’t forget the past
    you can’t forget love & pride
    because of that, it’s killing me inside

    reff:

    It all returns to nothing, it all comes
    tumbling down. tumbling down.
    tumbling down

    It all returns to nothing, I just keep
    letting me down, letting me down,
    letting me down

    In my heart of hearts
    I know that I could never love again
    I’ve lost everything
    everything
    everything that matters to me,
    matters in this world

    I wish that I could turn back time
    cos now the guilt is all mine
    can’t live without
    the trust from those you love

    I know we can’t forget the past
    you can’t forget love & pride
    because of that, it’s killing me inside

    reff:

    It all returns to nothing, it all comes
    tumbling down. tumbling down.
    tumbling down

    It all returns to nothing, I just keep
    letting me down, letting me down,
    letting me down


    July 15, 2010

    Ya/Tidak

    by meliza766hi at July 15, 2010 05:54 AM

    Tadi pagi pas ngambil toga di annex, untuk kedua kalinya kami harus mengisi kuesioner wisudawan, entahlah kenapa harus ngisi dua kali, rada aneh. Datanya bisa gak konsisten dong kalo begitu.

    Ada dua lembar pertanyaan, saya pun udah lupa apakah jawaban saya yang tadi sama dengan yang dulu pernah diisi sebelumnya. Tapi ada satu pertanyaan yang saya jamin jawabannya tetap sama. Pertanyaannya kira-kira seperti ini:

    Jika dimulai lagi dari awal, apakah Anda akan tetap mengambil jurusan Anda yang sekarang?

    Sewaktu saya tingkat dua sih seandainya ada kuesioner ini, dan seandainya masih bisa berubah, maka saya masih mempertimbangkan untuk menjawab : TIDAK..

    Tapi pertanyaan itu datangnya sekarang, dan tanpa mempertimbangkan lagi saya langsung melingkari pilihan YA yang tertera pada kuesioner  sambil tersenyum ;)

    Saya menyukai jurusan saya meski tidak terlalu ‘menguasai’ dan tak terluput juga teman-teman sejurusan. Akan merindukan saat-saat berjuang bareng-bareng :D

    So if we get the big jobs
    And we make the big money
    When we look back now
    Will our jokes still be funny?

    Will we still remember everything we learned in school?
    Still be trying to break every single rule

    Ah, jadi teringat postingan sebelum nya..


    Menjangan Snorkeling

    by giaferdi (noreply@blogger.com) at July 15, 2010 12:49 AM

    It's been a long time since the last time I updated this blog. I guess life's so great that I forgot to write it down (hoeeks...) Haha just kidding. It's just the microblogging service makes me lazy to write a proper paragraph like this :P I like reading blog posts about traveling and fun activities. Actually there are also a lot things to write here in Bali, like Rip Curl's Girls Go Surfing Day last month, but first I will share my last weekend's trip.

    One of my favorite activities here is snorkeling. Well, of course... how can I not like it? It's fun, cheap, easy, and energetic! I've been to several snorkeling spots in Bali (exclude Nusa Penida) and so far my favorite is Menjangan Island. I think if you've been to Bali several times but never been to this island, you've really missed out something! It is a small island in the northwest of Bali, near Gilimanuk, and is a part of West Bali National Park. Last weekend, my friends and I went there for the second time. Surprisingly, I thought it was even more impressive than the first time we went there.

    In Menjangan Island, the snorkeling spot lies around the coastline. The spot is interesting because several meters from the shore, it's a shallow area (maybe just 2 meters deep) and suddenly after that, it's an abyss where you can't see the seabed anymore. Don't spend too much of your time snorkel above the shallow area. To truly enjoy the natural beauty of Menjangan Island, snorkel above "the precipice" between the shallow area and the abyss. It's such a stunning view: a lot of healthy corals and fish in various size and colors. The corals near the abyss are in a terraced formation, so they form some kind of "coral wall". Dive a bit and you can see the corals from the side, rather than from the top. The snorkeling spot is stretched along the south to the southwest part of the coastline, so you won't get bored swimming in the same area for too long. In fact, we spent 3 hours snorkeling there.

    Oh by the way, this time we got the underwater pics, courtesy of Zul, our office's Tourism Minister :D




    Of course this is also the right time for narcissism:

    July 13, 2010

    A Pragmatic Thought

    by Ivan (luftwaffe1987@gmail.com) at July 13, 2010 12:35 PM

    Although, maybe I've written this some years ago. but I want to write this again this time. It began with a simple chat with my father on my way home. On a turn to enter a road to my home, there is a junction master (Indonesian "polisi cepek"), he always collect the money for toll just to turn at the junction. My father suddenly complained that he must pays every single day just to turn. I told him, that is not appropriate, since according to keynes, if people's wages is below their average needs (e.g food, housing, cigarette) most of them are reluctant to work in an institution. Thus, making unemployment rate soaring.

    To fullfil their needs, unemployed tend to be a criminals, which we must kept in check especially when they near our home. they tends to rob or steal from our home, which we definitely not like it. I often hear that a lavish housing complex near the slum area also has a high criminal rate, probably it's because of it.

    In order to make them still have money to pay their average needs. We must give away some money, so they don't became criminals. Maybe the reason that Muhammad order us to give donation to our neighbours, because of that :D

    July 12, 2010

    Indonesia dan Fanatisme Sepakbola

    by Brahmasta at July 12, 2010 05:50 PM

    Pertandingan Belanda dan Spanyol tadi pagi masih menyisakan bekas di kepala. Sebuah pertandingan besar panjang yang membutuhkan 120 menit untuk memutuskan apakah tim favorit pilihan seekor gurita dan (kebanyakan) wanita-wanita di seluruh dunia berhasil menjuarai piala dunia untuk pertama kalinya.

    Pagi hari pasca final, pembicaraan mengenai final Piala Dunia tidak ada habisnya. Barisan komentar di Twitter ramai masih tetap ramai. Ada yang mungkin kecewa karena tim oranye kalah hingga terduduk lesu di parkiran kafe tempat semalam suntuk nonton bareng, ada juga yang gembira karena tim favoritnya berhasil memenangkan pertandingan, meski pemain favoritnya jarang bermain selama Piala Dunia, dan di sisi lain mungkin juga ada yang sedih karena alasan lain, yakni spekulasinya menjagokan Belanda ternyata tidak menguntungkan, menghasilkan rugi jutaan rupiah.

    Orang Indonesia benar-benar menggilai sepakbola. Tapi seperti halnya yang terjadi di bidang-bidang lain seperti teknologi dan hiburan, kita hanya mampu menempatkan diri kita sebagai konsumer. Hebatnya, kita adalah konsumer setia dan fanatik. Misalnya di sepakbola, kita begitu hafal pemain-pemain kelas dunia yang berlaga di piala dunia, mengenakan emblem bendera negara orang di profile picture, membeli jersey tim nasional negara lain yang harganya bisa mencapai setengah juta, tidak tidur semalaman menyaksikan pertandingan hingga telat masuk kerja, serta fasih memberikan analisis dan prediksi pertandingan (sampai ada layar LCD sendiri yang bisa mengeluarkan formasi pemain sambil menerangkan analisisnya). Bahkan kemenangan negara lain (yang kita dukung) bisa sampai dirayakan dengan konvoi di jalanan, yang selanjutnya berlanjut ke tawuran!

    Saya terus terang heran. Seperti halnya yang terjadi empat tahun lalu. Sebegitu besarnya fanatisme kita terhadap sepakbola, meski semua pihak yang berlaga di sana,bisa dibilang tidak ada kaitannya dengan kita. Justru untuk hal-hal yang benar-benar berkaitan dengan kita malah tertutup dengan adanya event besar ini.

    Daripada menjadikan Piala Dunia ajang hura-hura, alangkah baiknya jika Piala Dunia ini menjadi ajang Indonesia untuk berkaca. Ajang untuk melihat. Melihat bagaimana negara sekecil Slovakia bisa menjatuhkan negara dengan sejarah besar seperti Italia. Ajang untuk memicu. Memicu kita untuk bersemangat kembali membangun sepakbola negeri ini.bukan pembahasan mengenai taktik apa yang dipakai Argentina atau mengapa Wayne Rooney bermain buruk yang diulas, tapi bagaimana kita bisa melahirkan talenta-talenta besar sekelas pemain-pemain Korea atau Jepang, yang bisa mengharumkan bangsa ini. Bagaimana kita bisa belajar bahwa untuk mengadakan event sebesar Piala Dunia, bidding nekad tanpa sokongan dana dan infrastruktur yang tidak memadai tidaklah cukup. Bagaimana pentingnya kematangan kompetisi liga dan kontribusi pemain nasional di dalamnya terhadap kualitas tim nasional.

    Kita seringkali lupa bahwa kita punya potensi besar dengan jumlah penduduk yang banyak dan fanatisme terhadap sepakbola yang luar biasa. Fanatisme bisa dilihat dari riuhnya barisan penonton sepakbola di stadion. Boleh dibilang, pendukung fanatik klub-klub Liga Indonesia sudah cukup gila untuk menunjukkan bahwa sepakbola (baca: klub favoritnya) adalah hidupnya. Saya percaya kalau semua orang pasti setuju kalau rakyat Indonesia pasti sangat bangga jika kita benar-benar merealisasikan mimpi berlaga di Piala Dunia. Rasanya seperti naik derajat kebangsawanan di kerajaan sepakbola. Capek juga kan kalau kebanggaan kita yang tehadap partisipasi di Piala Dunia adalah Hindia Belanda di 1938? Nama timnya aja bukan Indonesia.

    Ah, saya tiba-tiba jadi idealis begini. Sebenarnya saya sepenuhnya paham bahwa seluruh orang di negeri ini butuh hiburan. Hiburan yang bisa melepaskan dari sulitnya survive di negeri ini.

    Namun ketika melihat anak-anak bermain sepakbola dengan gembira di jalanan, menunjukkan skill individu yang luar biasa dengan semangat tinggi membara, saya jadi berpikir, apakah salah negeri ini hingga tidak mampu mengantarkan anak tersebut mengharumkan Indonesia di kancah internasional? Dan cita-cita kita semua untuk menyaksikan skuad merah putih bernyanyi lagu Indonesia raya di ajang Piala Dunia?

    * Picture is taken from DMahendra’s Flickr.

    to whom it may concern

    by indigembil at July 12, 2010 11:51 AM

    i will write this in english so then for once you can understand something from my blog.

    again, randomly, the subject got nothing to do with what’s written on the body. 

    a little update :
    1. i like sydney better than melbourne now
    2. i like being single and independent. for now. although SOMETIME i miss having a real boyfriend.
    3. i gained 8 kilos since the first time i got here. and i’m still trying to find a good diet method (good = no excercise required, allow lots of snacking, lots of chocolate, lots of cookies, little bites muffins, whip cream, coles vanilla beans ice cream, martabak manisssss!!! canolli, i want to cry now)
    4. work is ok-lah. dont want to talk about it yet. dont want to jinx it. hehe. finger-crossed.
    5. i still hate growing up. i still dont like the situation where i have to take control of my life. my future. making decisions. taking responsibilities for whatever i’m doing. but the thing is, I HAVE TO DO THAT most of the time. somehow i managed to survive the last couples of years. but as now it’s getting more and more serious, fucking 25, i really really wish i could have a remote for my life. with IQ2? so i could just watch how life goes when i get tired.
    6. ah yes, i’m 25 now by the way. haha. quarter of a century. (but always 22 at heart) i just need to mention this since the last time i blogged it was.. a while ago. i had a good birthday!! pretty smashed too. the whole weekend. lol. but i really like my new friends here. hehe. i feel blessed :”)
    7. my brother was here! and stayed for a month! it was sooo great. except for the part where he postponed his flight to see john mayer concert here which was on the 9th and didn’t want to wait for my 4-days-after-the-concert birthday. geez. lol. but i really like it when he’s around. adra being here was the closest thing to home for me. i will write more on this later ya.
    8. more holidays. more concerts. i watched russel peters. hehe. i will blog about those later.
    9. spain won. nadal won. i seriously dont care. just so when i read this i’ll remember which era.
    10. i FINALLY stop caring about currency rate! one day i just stop converting every single dollar i spend to rupiah. lol. it took me 6 months of retail (window shopping) theraphy to stop doing that.

    ok that’s all for now ya. more to come. more to come :)


    Filed under: random thought

    July 11, 2010

    Al. Jerozolimskie, Novotel Centrum, Warszawa, Poland Day 1

    by ndrewh at July 11, 2010 12:07 AM

    Itulah alamat gw selama “berlibur” ke Poland tanggal 3 sampai 9 Juli 2010. Kesempatan ini gw dapatkan setelah memenangkan kompetisi lokal Imagine Cup Software Design Competition di Indonesia tahun 2010. Dengan memenangkan lomba ini, gw jadi bisa mewakili Indonesia untuk berlomba di tingkat dunia bersama puluhan negara lain. So, you can say it’s a world cup of geeks.

    Perjalanannya ga mulus, ga semuanya berjalan sesuai rencana. Mulai dari kekurangan dana, sulitnya ngurus dokumen visa, bolak balik jakarta bandung 6 kali lebih, rehears rehearse and rehearse, dan tentu saja masih harus ngembangin aplikasinya. Dan semuanya dibuat tambah rumit dengan sidang TA. Tapi, semuanya untungnya berakhir indah. Dana Insya Allah mencukupi, visa keluar dengan indahnya, dan program.. well, you can say it’s enough and won’t be embarassing to present.

    Perjalanan dimulai hari Jumat, tanggal 2 Juli 2010. Di terminal 2C gate 1 (kalo ga salah), bonyok nganterin dan didi mami beserta tami juga ada di situ nganterin. Kita berangchut ke hongkong, terus ke london baru nyampelah ke warsaw. Perjalanannya sangat panjang dan lama. di udara itu skitar 17.5 jam, di erpotnya skitar 6 jam. Jadi, lumayan lah. Cukup cape dan bikin jetlag.

    Sampe di Warsaw, kita disambut ama mbak-mbak yang oke-oke. Imbaaa, cantik di mana-mana. Bahkan, yang menyambut kita aja cantik. Imba lah imba. Imbaa imbaaa… *lebai* tapi emang imba sih. Yah, cukup separagraf aja nih gw membahas kecantikan cewe-cewenya.

    Jadi kita langsung berangchut ke hotel. Di hotelnya, kita registrasi imagine cup skalian check in hotel. Gw skamar ama ical, puja ama aloy dan tito sama mr. arnold. Mr. Arnold ini masih remain a mystery karena tito ga pernah pergi ke kamarnya ini, dia tidur di kamarnya wastu yang ga pernah tidur di kamarnya sendiri. Jadi intinya, tito tetep sendirian.

    Well, pas nyampe karena super haus, kita semua ambil minum, merknya jurajska. Warnanya jernih, sepertinya enak. Pas diminum, gleg…… ADA RASANYAAAAA!! Dan rasanya ANEEEEHH!! And the horror creeped the hell out of us. Seminggu ke depan minumannya bakal seaneh ini. Yang lebih anehnya lagi ada versi bersodanya. Siapa juga yang mau minum air putih bersoda coba. Akibat kesulitan air putih normal, banyak di antara kami yang jatuh sakit. Efek dehidrasi. Tapi ada satu minuman imba: XL energy drink. Rasanya kayak kratingdaeng, tapi efeknya rruaaarr biasa. Selama 6 hari kegiatan berlangsung, 3200 botol XL berhasil dihabisi bersama. Ahahaaa,, geeks are all about the partay.. :) )

    Hari pertama ini kita missed lunch karena kelamaan istirahatnya. So, gw puja aloy ical keliling2 cari makanan, akhirnya kita ke KFC terdekat. Meskipun jam stengah 4 waktu setempat, sayangnya di sini ga ada paket attack, :P ..

    Cuacanya di warsaw imba banget. Mataharinya ada, tapi sangat breezy dan anginnya dingin. Kata stevi keadaan seperti ini cukup berbahaya karena lo ga merasa kepanasan, dan before you know it, lo udah item aja. Selain itu, traffic-nya sangat2 light, ga as crowded di jakarta, heck bahkan ga as crowded di bandung. Dan anehnya pas weekend justru toko2 banyak yang tutup.

    Agak sore, kita bikin foto icup bersama negara2 lain dan video juga. Indonesia paling depan dooong. Cuman sayangnya ga di tengah. Terus, sesudahnya ada acara pembukaan yang menampilkan band terkenal abad ini. ZAKOPOWER!

    Membawakan 20 tembang lawas (was it this many? Well, it felt like that..) khas poland (sotoy), zakopower successfully blew us away… away from the stage. Sumpah ga paham gw ama musiknya. Bagus siih, cuman aneh aja. Ditambah dengan background ganti2 yang agak terlihat seperti sekte gelap, basis yang super sok ngeksis, mbak backvocal yang saltum, temennya si mbak yang saltum juga, alat musik yang aneh2.. Seriously, it was weird. Cuma for the sake of politeness, kita nunggu ampe beres. Unlike the other teams, yang udah bail out dari awal2 banget.

    Acara beres jam 8 or so, weirdly masih terang benderang kaya jam 4 WIB. Ternyata kalo summer kayanya begini deh. Matahari udah terbit jam stengah 4 pagi dan baru tenggelam jam 9 malem-an gitu. Keren keren. Ahahaa

    Malemnya kita latihan sampe jam 12 malem. Masih stres karena besoknya harus presentasi dan dicampur keliyengan jetlag. It was excruciating.

    Day one done, hari2 selanjutnya akan dilaporkan kemudian.. Mungkin digabung2 aja yak, ga usah sehari satu.

    ..To be continued..


    July 10, 2010

    Are We Human?

    by Brahmasta at July 10, 2010 01:13 AM

    Saya tergelitik oleh sebuah lagu lama dari the Killers, Human.

    Are we human, or are we dancer
    My sign is vital my hands are cold
    And I’m on my knees looking for the answer
    Are we human, or are we dancer

    Lagu ini mengingatkan saya kalau seringkali manusia tidak memperlakukan dirinya sebagai manusia. Hanya ikut arus apa yang terjadi. No vision, no values, and just trying to survive their selves. Lupa akan mencari makna dari apa yang dilakukannya sehingga melepaskan dirinya dari keunikan seorang manusia: sisi spiritual, yang tidak dimiliki makhluk lainnya.

    That makes them a dancer, not a human. Doing everything by instruction. Or maybe by a reason provided by other people. Semua menjadi mindless, tidak mendalami apa yang dilakukan. Waktu akan cepat berlalu begitu saja, tanpa arti dari pencapaian.

    Stop being a dancer. People have to find their desire. That makes them strong and unbeatable.

    * Picture is taken from here

    July 08, 2010

    Check in Java Code from Eclipse to Team Foundation Server

    by ronald at July 08, 2010 04:01 PM

    Judul diatas mungkin terlihat aneh bagi sebagian orang. Apakah bisa kita melakukan Check In source code Java ke TFS? kemudian yang lebih anehnya adalah apakah bisa kita melakukannya via Eclipse yang notabenenya adalah kakas yang dibangun dengan teknologi...(read more)

    Indonesian State Owned Companies Ways of Doing Business

    by Ivan (luftwaffe1987@gmail.com) at July 08, 2010 11:02 AM

    This is my deduction on Indonesian Companies' best practices to lift up their profit

    First Phase : Making Crappy Products

    Pertamina/State Gas Company, makes failures on the gas regulator and pipe, making it easy to explode.
    Palyja/PAM, makes the colorful water tap, well if you like colorful life, you definitely like this
    State Owned Electric Company (PLN), makes unreliable electricity, making many failures on electrical goods

    All of these condition makes people furious. Therefore, they must react, after numerous accident and fatalities.

    Second Phase : Doing what-they-called-research

    Pertamina, examine the gas problem and assume that the problem is in the regulator
    Palyja, examine that the problem is in the technological in capabilities to make healthy water
    PLN, examine and report that the problem is in the supplies of the fuel as well as aging transmitter and transformer

    All of these research leads to the People's Assembly, well you can't enact policy without their permission, as well as bribery.

    Third Phase : The policy

    Gas regulator must have national standard certificate
    Palyja, water can be privatized with the multinational companies
    PLN, permission to raise tariff and appointment of a new promising candidate

    Forth Phase : Miracullous victories of making crappy products

    Gas regulators as well as the gas hose/pipe must be distributed by Pertamina to ensure genuineness (again they manage to get extra income, with monopoly)
    Palyja, can raise tariffs without permission from anyone... and now water tap tariffs in Jakarta is expensive... astonishingly they manage to preserve their "good" quality with the higher price
    PLN, now they raise their tariffs and they will develop a device that will enable them to detect exploded trafo earlier <= stupid.

    The best part is, the customer doesn't realize the aftermath of the policy after alooonggg time >:)... I conclude that even tough Keynes had predicted that in the year 2000's the productivity will be so high so we only need to work in short hour to fulfill all our needs, the capitalist-beaurocrat is doing their best to prevent it...

    That's why I, must humbly admit that our government is genius...  they can beat the prediction of the best Economic Scholar in his era...

    Aku bangga…

    by inoex135 at July 08, 2010 08:23 AM

    Baru abis pulang dari acara sharing-sharin I2TB, mas kemal dari better-b jadi salah satu yang sharing. Sangat inspirasional. Hal yang aku suka cerita dia tentang kegilaannya, huehue ‘IP saya 2.34, sampai sekarang masih jadi nomor 5 dari bawah, tapi saya bangga akan hal itu. Saya bisa hire pegawai dengan IP 3.8, 3.4 dsb…..’ Bangga dengan [...]

    July 05, 2010

    Compromised idealism

    by Muhamad Fajrin Rasyid at July 05, 2010 05:35 PM

    I joined quite interesting event yesterday, Indonesian Youth Conference. Basically it is combination of various seminars/talk shows (discussing economy, politics, film, education, etc). I wont discuss much about the event here – you can always check its website at the http://event.indonesianyouthconference.org or follow its twitter tag at #iyc. Here I just want to share (and remind myself especially) about the word mentioned a lot in that event: idealism.

    In one of the sessions – film music and photography to be exact, Pandji Pragiwaksono (famous radio broadcaster and presenter) was one of the speakers. He told a story about trash movies, which are a lot this last few years. You may notice which movies I am referring to – for example, most of the movies whose title contains “pocong”. I was always wondering why the hell did the producers make such movies – are they blind? It is true that those movies give you profit in the easiest way (as the cost of making one such movie is quite low, but since some people like it, you will get much money). However, its tradeoffs are just too big to pay – lot of negative mindsets such as irrationality, doing shortcut in life, etc will be arised in society.

    However, Pandji told us one reasonable explanation I did not think of before. He said that, amongst all of those low quality movies, there are possibly creators/directors/other staffs who are in the process of realising their idealism in making very good movie, but in order to make that true, they had to be involved in the making of those crap ones. They did so since probably they do not have enough money yet to produce good movies. Or they are collecting experience or knowledge on how to make good movie (in a technical way). Or they need to build relationship or network in movie industry. Only after they gather their ammunitions, will they be able to create inspiring movies.

    I am not sure whether there is term for describing that attitude. For me, it is simply a compromised idealism, that if you have very good ideal condition of life that you want to bring into reality (idealism), but it is (almost) impossible except if you adjust it with reality (compromise it).

    It’s been a while since last time I heard this idealism word – probably back when I was in college. I was (supposed to be :P ) active during my undergrad, joining some organizations and committees. Along with other so-called-activists, I was spending quite a lot of time discussing how to solve national problem, stop (or, in a more possible way, reduce) our dependency to western products, etc. Then, it is common that, those idealisms fade or go away when we are graduated and enter real life. Now that I myself experience this phenomenon (joining global company instead of setting up new business or company so that I can create other jobs), I would want to say that those idealisms of mine did not fade. In fact, like example given by Pandji, I am in the middle of trying to realize them.

    How? Simply stated, I learn a lot (and by a lot here, I mean A LOT) of new knowledge here in company I am currently working for. A lot of industries (health care, financial services, FMCG, industrial goods, etc). A lot of topics in each industry. A lof ot smart people (with wide variety of background). A lot of problem solving tools and knowledge. And more. I hope that all of them will be beneficial for idealisms of mine to be fulfilled in the future. How? That is what I am still elaborating in the last few months.

    I am sure that some of you (especially ones having similar age as me) experience similar stuffs. That you once dreamt really big about our nation, but now end up in a place (country or company) which you probably see no relation with your idealism. Just two cents from me, that wherever you are and how far you are from what you ever thought, you can still always draw straight line directly to your goal. Question only resides within ourselves, are we willing to realize our idealism? or just bury it deep inside our hearts?

    Wish us luck – oh, and if you have suggestions, I am more than open! :)


    Metamorfosa

    by Wijoyo Batara Frans Simanjuntak (noreply@blogger.com) at July 05, 2010 03:56 PM

    Persahabatan bagai kepompong
    mengubah ulat menjadi kupu-kupu

    -sindentosca-

    Siapa sih yang tidak suka melihat kupu-kupu. Apalagi kalau kupu-kupu itu terlihat cantik, memiliki sayap lebar dan berwarna cerah. Sambil menari-nari di atas hamparan bunga, mungkin orang dewasa sekalipun akan senang untuk mengejarnya.

    Tetapi apabila kita melihat beberapa saat sebelum berubah menjadi indah, kupu-kupu terlihat sangat menjijikkan, berbulu dan kadang berlendir. Perubahan dari fase ulat menjadi fase dewasa inilah yang dinamakan metamorfosa.

    Ketika melakukan metamorfosa, seekor kupu-kupu yang masih berbentuk ulat akan menenun kepompongnya sendiri dan sampai beberapa waktu berdiam di dalamnya. Di masa inilah organ-organ tubuhnya terutama sayap berkembang. Proses ini ternyata panas dan sangat menyakitkan. Namun itulah yang harus ditempuh agar bisa berubah menjadi lebih baik.

    Seorang manusia juga kadang bisa dianalogikan sebagai kupu-kupu. Awalnya dia jelek dan "menjijikkan", namun dia juga bisa berubah menjadi sangat cantik & menarik. Memang butuh waktu untuk merenung dan belajar untuk berubah, apalagi untuk mengendalikan ego dan kebiasaan-kebiasaan buruk. Kadang butuh "panas", dan pastinya lilitan-lilitan "kepompong". Silahkan maknai sendiri panas dan kepompong anda masing-masing. Lalu berusahalah mengembangkan sayap baru anda dengan kekuatan anda sendiri. Semoga sukses!

    July 02, 2010

    One-Click Deployment dengan Visual Studio 2010

    by Narenda Wicaksono at July 02, 2010 04:44 AM

    Salah satu hal yang menjadi momok bagi para developer adalah bila web yang sudah dipasang di webserver tidak berjalan selancar saat web tersebut berjalan melalui tombol F5 di Visual Studio (virtual web server). Salah satu alasan mengapa suatu web bisa berjalan lancar di virtual web server biasanya adalah karena semua permission yang diset “full control” oleh virtual web server. Tak jarang saya menemukan beberapa kasus dimana website yang diunggah belum di-compile dan sudah terlanjur dicopy (dengan xcopy) mentah-mentah langsung ke folder di web server melalui FTP atau file system. Padahal solution project yang tidak dicompile akan sangat membebani web server karena berarti “compilation on demand” selalu berjalan disaat ada request user terhadap web tersebut.

    Dalam rangka mengurangi kompleksitas web developer, Visual Studio memperkenalkan salah satu fitur baru yang disebut One Click Deployment. Fitur ini memungkinkan developer melakukan publish “compiled website” secara langsung ke web server (IIS). Klik kanan di “Solution Explorer” pada root dari project web Anda, lalu klik “Publish … “. Setelah muncul wisaya berikut, silahkan masukkan profil dari webserver Anda. Fitur ini juga bisa digunakan di shared hosting server.

    image

    Namun web deployment tool x86 atau x64 terlebih dahulu harus di-instal di web server berbasis Windows (IIS). Setelah proses instalasi selesai, pastikan service “Web Deployment Agent” sudah dalam posisi “Started”.

    image

    Saya sempat mendemokan fitur ini saat Innovation Day 2010 dalam sesi yang berjudul “Building a Next Generation Web Application”. Slide presentasi saya bisa diunduh disini:

    image

    Semoga Bermanfaat!

    Salam,

    Narenda Wicaksono

    Share this post: | | | |

    July 01, 2010

    I give it all up to You

    by davsam at July 01, 2010 06:37 PM

    This time, I rely anything JUST on You, God… Let it be as You wish. Fear not [there is nothing to fear], for I am with you; do not look around you in terror and be dismayed, for I am your God. I will strengthen and harden you to difficulties, yes, I will help you; [...]

    June 30, 2010

    Join MS-HP TouchExchange Programme

    by Narenda Wicaksono at June 30, 2010 04:29 PM

    Apakah Anda sedang membuat software yang memanfaatkan kemampuan layar sentuh dari Windows 7? Atau mungkin Anda sudah merencanakan dan merancang software tersebut, tetapi belum memiliki sumber daya yang cukup untuk mewujudkannya?

    mshp_02

    Microsoft, bekerja sama dengan HP, siap  membantu Anda. Kami mencari perusahaan pengembang software untuk bergabung dengan kami untuk menciptakan aplikasi layar sentuh yang memiliki potensi bisnis. Bergabunglah dengan HP TouchExchange Programme untuk mendapatkan semua manfaat yang kami sediakan!

    Salam,

    Narenda Wicaksono

    mshp_09

     

    Share this post: | | | |

    June 28, 2010

    Mean alot to me. Thanks,guys.

    by meliza766hi at June 28, 2010 06:05 PM

    Sudah lama rasanya gak nge-post serba-serbi cerita film yang saya tonton (*kebanyakan karna kesibukan :P ).  Film yang beruntung di-serba-serbi-kan kali ini adalah ‘Toy Story 3′. Film ini memang untuk semua umur, anak-anak, remaja, orang dewasa dan mungkin juga orang tua pun setuju cerita ini masih relevan bagi mereka. Terdapat pula adegan2 kocak tak terduga :D . Moga tidak menjadi spoiler bagi yang ingin menontonnya :D

    Masa kanak-kanak adalah masa penuh permainan dan imajinasi. Mainan telah menjadi teman-teman yang mengisi hari-hari mereka beranjak remaja. Andy, menciptakan karakter2 bagi mainan2nya dan punya cerita tersendiri dari hasil imajinasi. Hari demi hari terlalui, Andy telah beranjak remaja, tak lagi anak kecil. Mainan2 itu sudah tidak dimainkan lagi, mereka pun merasa kehilangan Andy. Suatu hari Andy harus pergi ke kampus meninggalkan rumah dan kamarnya.

    Lantas kisah apa yang terjadi dengan mainan2 itu?  (*yang penasaran silahkan nonton filmnya sahaja, haha :P )  Singkatnya mainan2 itu berkisah tentang kepedulian dan kebersamaan. No matter what happened as long as we belong together ;)

    Daaan, adegan yang paling menyentuh bagi saya adalah saat perpisahan Andy dengan mainan-mainan masa kecilnya. Saya senang akhirnya mainan2nya dititip kepada Bonnie.

    Andy: [opens box, and takes out Jessie] This is Jessie, the roughest, toughest cowgirl in the whole west. She loves critters, but none more than her best pal, Bullseye!
    [pulls out Bullseye, and makes a whinnying sound]
    Andy: Yee-haw!
    [holds the two tows out to Bonnie]
    Andy: Here.
    Bonnie: [shyly walks over, and takes Jessie and Bullseyes, a smile on her face]
    Andy: [pulls out Rex] This is Rex! The meanest, most terrifying dinosaur who ever lived! RAWR! RAWR!
    Bonnie: [recoils a little, but the giggles, and takes Rex too]
    Andy: [pulls out Mr and Mrs Potato Head] The Potato Heads: Mr and Mrs. You gotta keep them together because they’re madly in love.
    [Andy sets them down in front of Bonnie, before pulling out Slinky Dog]
    Andy: Now Slinky here, is as loyal as any dog you could want.
    [Andy then pulls out Hamm]
    Andy: And Hamm, he’ll keep your money safe, but he’s also one of the most dastardly villains of all time: Evil Dr Porkchop!
    [Andy then places the two with their friends, before pulling out the three aliens]
    Andy: These little dudes are from a strange alien world: Pizza Planet!
    [Andy then sets them down before reaching into his box again]
    Andy: And this, is Buzz Lightyear, the coolest toy ever! Look! He can fly, oh, and shoot lasers!
    [Andy pops open Buzz's wings, and fires his laser]
    Andy: He’s sworn to protect the galaxy from the Evil Emperor Zurg!
    Bonnie: [Bonnie takes Buzz from Andy, and presses one of the buttons on his spacesuit]
    Buzz Lightyear: To Infinity, and Beyond!
    Andy: Now, you gotta promise to take good care of these guys. They, mean, alot to me.

    ***
    Andy: Now Woody, he’s been my pal for as long as I can remember. He’s brave, like a cowboy should be. And kind, and smart. But the thing that makes Woody special, is he’ll never give up on you… ever. He’ll be there for you, no matter what.

    ***
    Andy: [taking a last look at his toys before he heads off to College] Thanks, guys.

    They, mean, a lot to me. Thanks, guys.

    Perpisahan bakal tetap terjadi atas sebuah pertemuan. Namun, di dalam pertemuan itu banyak hal menyenangkan dan  berharga yang terlalui. Sama seperti saat-saat yang akan saya lalui. Sebentar lagi akan berpisah dengan teman-teman satu angkatan. Sebagian dari kami akan pergi entah ke mana mengadu nasib demi sebutir nasi dan segenggam berlian :P , ada yang masih berjuang menyelesaikan perkuliahan, dan lain-lain. Empat tahun, atau tiga tahun pertemuan di informatika menorehkan banyak hal yang menyenangkan dan berharga bagi saya.

    Informatika 2006, mean, a lot to me. Thanks, guys.


    June 24, 2010

    Peluncuran White iPhone 4 Ditunda

    by paw at June 24, 2010 03:14 AM

    Tinggal satu hari lagi menuju launch iPhone, tapi belum tertarik untuk membeli iPhone 4 karena menunggu yang warna putih? Harap bersabar, karena peluncuran White iPhone 4 ditunda hingga pertengahan Juli (di Amerika Serikat). Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa Apple mengalami kesulitan dalam membuat produk smartphone terbarunya ini dalam warna putih. Hal ini diperkuat oleh fakta bahwa pada dunia manufaktur, produk berwarna putih lebih susah diproduksi ketimbang warna hitam.

    Di lain sisi tersiar pula kabar bahwa banyak kekurangan dari produk iPhone hasil pre-order sale. Terdapat bidang di layar yang menguning, lalu ada juga yang mendapatkan iPhone tidak “ultra durable” dan “anti scratched” seperti yang diiklankan, dan ada pula yang menemukan problem dropped signal jika bagian antena iPhone tersentuh tangan penggunanya.

    Semoga saja ada perbaikan yang berarti, sehingga problem yang signifikan ini dapat terselesaikan :)


    June 21, 2010

    Tari Piring Perdana Saya di Jepang

    by reiSHA at June 21, 2010 01:57 PM

    5th ASEAN Festival 2010, We are One

    Kemarin ada acara 5th ASEAN Festival 2010 di Multipurpose Hall di gedung asrama saya, JASSO Komaba International House. Acara ini acara tahunannya ASEAN Youth Network in Japan (AYNJ), semacam organisasi mahasiswa ASEAN yang ada di Jepang. ASEAN Festival adalah acara kebudayaan, di mana ada stand tiap negara ASEAN, dan yang paling seru adalah performance dari tiap negara serta fashion show yang memperkenalkan pakaian tradisional masing-masing negara.

    Tim Indonesia sendiri memamerkan sejumlah souvenir khas Indonesia serta menjual makanan khas Indonesia di stand-nya. Kami menjual nasi kuning, sate ayam, dan es sarang burung.

    menu di stand kami, harganya jangan dikonversi ke rupiah ya :)

    Untuk stage performance, kami menampilkan Tari Piring dan Poco-Poco, yang tentunya bikin heboh seisi hall :D

    Tari Piring, perdana buat kami berlima di Negeri Sakura sini :)

    Poco-Poco, tidak hanya yang di panggung yang nari, yang di bawah juga. heboh. minna ganbare, minna ganbare... ^^

    Untuk fashion show, kami menampilkan pakaian dari lima daerah di Indonesia, yang mewakili Indonesa dari Sabang sampai Merauke.

    akhir dari fashion show ini ditutup dengan lagu Tanah Air ciptaan Ibu Soed, "Tanah ku tak kulupakan, Engkau kubanggakan", lagu yang selalu bikin saya merinding

    Acara yang menyenangkan. Akhir acara diisi dengan foto-foto bersama, dan malamnya ditraktir tabehoudai di restoran India sama PPI Jepang, huehehehe…

    Perdana di Jepang

    Begitulah, inilah penampilan pertama saya di luar negeri. Penampilannya singkat saja, hanya berdurasi 3 menit, dibandingkan Tari Piring yang saya pelajari dulu di UKM-ITB, yang durasinya paling tidak 7.5 menit.

    Awalnya saya tidak menyangka akan dapat kesempatan buat tampil. Saya memang sangat berkeinginan untuk tampil di sini. Memperkenalkan Indonesia pada umumnya, dan budaya Minangkabau pada khususnya. Keinginan itu ada sejak saya diwawancara oleh pihak Kedubes waktu seleksi beasiswa.

    Waktu itu saya tiba-tiba ditodong Mas Farid, Ketua PPI Jepang untuk ikut rapat AYNJ. Saya yang tak tahu apa-apa ini cuma pasrah ikut dan bengong :P Satu yang saya pahami, bahwa AYNJ ini akan mengadakan acara ASEAN Festival. Nah, mendengar ada kata stage performance, aku nyeletuk saja, “kalau mau nampilin tari, saya bisa Tari Piring”. Hanya celetukan saja waktu itu, ternyata diseriusin :P

    Jadilah saya dan Mbak Irma (koordinator tim Indonesia, si mbak yang super sibuk, maaf ga bisa bantu banyak ya mbak :D ) mencari partner nari. Setelah didapat, tentunya melatih. Lalu saya teringat Bima, teman UKM’05 saya yang jago main alat musik tiup Minang, yang sekarang lagi kerja di Toshiba. Dia pernah bilang bahwa dia bawa seperangkat alat musik tiup itu ke sini. Ya sudah, saya ajak Bima untuk ikut tampil mengiringi, dan dia pun bersedia.

    Waktu kami singkat sekali, latihan cukup kilat jadinya. Saya sangat mengapresiasi Mbak Isti, Alanna, dan Tari yang akhirnya jadi tim penari piring. Mereka tidak punya basic nari Minang sama sekali. Tapi usaha keras dan semangat mereka waktu latihan sangat luar biasa. :)

    Perdana juga buat saya ikutan Poco-Poco di keramaian. Menyenangkan. Saya suka Poco-Poco. Tapi kurang puas kemarin karena cuma 2 menitan, huhu…

    Usaha keras adik-adik program Undergraduate Monbukagakusho 2010, yang merupakan panitia utama acara ini, juga patut diacungi jempol. Ga ada angin, ga ada hujan, entah dalam rangka apa, entah buat apa, mereka tiba-tiba ditodong buat nyiapin fashion show, performance, dekorasi, stand, dll. Cape memang. Tapi saya yakin, dengan adanya acara ini, mereka makin akrab satu sama lain. Pun saya makin banyak kenal mereka berkat acara ini. Ah, berasa berada bersama adik-adik saya di UKM…

    Overall, saya senang dengan acara ini. とてもたのしかったです. Terima kasih buat semuanya. Saya rindu Indonesia. Saya bangga jadi orang Indonesia.

    NB: segitu dulu deh, postingan kilat :D

    5th ASEAN Festival 2010


    June 15, 2010

    New iPhone Tutorial on Codeproject

    by davsam at June 15, 2010 06:46 AM

    Hi, I’ve posted a new tutorial on codeproject. You can see it here If you have account in codeproject, please vote it !! hehe… thanks for your consideration!!

    June 11, 2010

    MUAK

    by reiSHA at June 11, 2010 03:09 PM

    Dekadensi moral. Istilah itu saya dapatkan pertama kali dari pelajaran bahasa Indonesia di SMA. Istilah yang dulu hanya digunakan untuk berlatih membuat kalimat menggunakan kata-kata sulit. *kata sulit, istilah di buku bahasa Indonesia waktu itu*

    Mendengar kehebohan berita kemarin, saya semakin muak, bahkan lebih muak dibanding hebohnya berita tentang artis Jepang yang diajak main di film Indonesia itu. Tidak adakah hal lain yang lebih berbobot dan lebih mendidik untuk diberitakan?

    Hello para pewarta, apakah kalian tidak pernah memikirkan dampak dari meluasnya berita itu? Apakah keuntungan bisnis itu faktor paling utama? Tidak pernahkah terpikir oleh kalian, di negara kita itu banyak anak-anak dan remaja, yang minim filter dalam mengakses informasi, apa jadinya mereka nanti? Tidak pernahkah terpikir oleh kalian, masih banyak orang-orang yang pikirannya bersih dari hal-hal buruk yang tak perlu diketahui, lalu mesti teracuni karena penasaran dengan segitu gencarnya pemberitaan tetang hal yang sama sekali tidak dia ketahui sebelumnya?

    Hello para netters, adakah sedikit saja rasa malu di hati kalian saat hal buruk itu jadi trending topic di situs microblogging top itu? Tidakkah terpikir, semakin hal itu dibahas, semakin populerlah topik itu, semakin meluaslah pembicaraan tentang itu, semakin bertambahlah belahan bumi yang tau tentang itu?

    Dekadensi moral. Kembali ke istilah itu. Ya, dulu hanya sebatas latihan menulis saya di pelajaran bahasa Indonesia. Dan kini, saya benar-benar merasakan contoh nyata dari istilah itu.

    Ya Allah, semoga tidak terulang lagi…

    NB: di luar rencana saya untuk posting tulisan ini di WordPress saya. ada hal lain yang lebih ingin ditulis. tapi ga pa pa lah.


    Akhir dari Fullmetal Alchemist

    by Ali Akbar at June 11, 2010 03:36 AM

    Fullmetal Alchemist, salah satu manga yang kusukai, akhirnya tamat di Chapter ke-108. Karya Hiromu Arakawa ini mulai kubaca sejak aku masih kuliah dulu. Lumayan seru. Aku lebih suka ending di Manga ini daripada ending di anime yg dulu (sekarang ada anime FMA Brotherhood, yang mengikuti jalan cerita persis di manganya, sebentar lagi juga akan berakhir).

    Berkurang lagi deh satu bacaan yang kunantikan setiap bulannya. :)

    PS: yang mau baca, bisa dibaca secara online di One Manga, atau beli buku komiknya (diterbitkan Elex di Indonesia).


    Filed under: Uncategorized Tagged: fullmetal alchemist, manga

    June 06, 2010

    Meracau (Tak Jelas)

    by Widya at June 06, 2010 01:56 PM

    Ada saat di mana tiba-tiba saja kesunyian menyergap, padahal fisikku ada di tengah keramaian. Lalu tiba-tiba saja, tanpa suatu alasan, kekosongan itu melanda. Hatiku yang biasanya penuh dengan rangkaian cerita, harapan dan impian, sekejap kosong, seperti isinya direnggut dengan paksa.

    Mungkin memang selama ini aku yang terlupa. Bahwa sebenarnya, hidup tidaklah sederhana dengan menjalani saja apa adanya. Ada sesuatu, jauh di dalam sini, pada hakikatnya menuntut untuk diisi. Dan beginilah aku yang merasakan sendiri akibat kealpaan memperhatikan kebutuhan akan pengisian terhadap sudut jiwa yang terlupa

    Kata orang menunggu itu sesuatu yang indah. Dan mungkin jiwa ini begitu lugu mengartikannya. Hingga ku terlupa untuk sedikit saja berusaha. Dan ketika, pada akhirnya menunggu saja tidak cukup, aku begitu tak terbiasa untuk menapak. Hingga mengayunkan langkah maju pun begitu berat.

    Sungguh, jiwa kosong ini tengah dipuncak dahaga … Menuntut segera untuk diisi. Tapi aku benar-benar tak tau harus bagaimana mengobatinya.

    Kutipan sebagai saran dari seorang sahabat … Thanks anyway

    “sesungguhnya didalam hati terdapat sebuah sobekan yang tidak bisa dijahit kecuali dengan menghadap penuh kepada Allah, didalamnya juga ada sebuah keterasingan yang tak mampu diobati kecuali dengan menyendiri bersama Allah. Didalam hati juga ada sebuah kesedihan yang tidak akan mampu diseka kecuali oleh kebahagiaan yang tumbuh karena mengenal Allah……” (ibnul qayyim)


    ShopWiki Has It All For You

    by Administrator at June 06, 2010 01:11 PM

    The presence of online store has changed the way of people’s purchasing items they want. Instead of getting into the mall or stores at the local stores, now they can simply to buy any of their desired items right from their home. All it required is only credit card account and internet, which it means [...]

    4

    by febrian at June 06, 2010 01:55 AM

    Saya dan bumil saya pindah semenjak 1 Juni lalu ke Apartemen Baru. Ya jadilah kami berdua sibuk-sibuk menata rumah, beli2 barang dan perabotan, barang elektronik, ada kulkas, lemari, matras, tipi, menyenangkan… memang aktivitas menata rumah itu paling seru walau harus keluar banyak uang. Setelah melihat ruang yang tadinya kosong jadi ada isinya.. wih rasanya gimanaaa gitu.

    Ketika melihat dari luar jendela, saya itung lantai saya. Loh kok kurang??? jawabannya ternyata saya temukan di lift. lantai 4,13,14, 24 lenyaaaaap. sama kejadiannya ketika saya kerja di menara asia Lippo dulu, semua lantai yang ada 4 nya lenyap!

    Kenapa ? setau saya Koh ama Cik yang kebanyakan membangun, dan menggunakan gedung-gedung ini percaya bahwa angka 4 itu membawa sial, yah daripada gak laku lantai itu ya diilangin aja, tul ndak ? sekalian aja angka 13 yang bawa sial dari kalangan barat juga dihilangkan.

    Tapi kalo dipikir-pikir kamar yang saya tempati ini jadi lantai berapa ya ? hiiii

    Tapi ngomong-ngomong…. Minggu lalu, saya pertama kalinya lihat tangkapan gambar buah hati saya yang sedang dijaga dengan hati-hati oleh bumil saya (yang sekarang sedang melungker disebelah hihihi). Sudah ada bentuk kepala, badan, karena usianya sudah mulai berinjak ke 4 bulan kehamilah… weee gemeteran juga lihatnya. Walau sejujurnya saya kadang masih berpikir-pikir bahwa masih banyak pe er saya agar siap menjadi seorang ayah… tanggung jawab, kemampuan untuk berkorban ….

    Yah yang penting bumil nya tetap sehat ya, mohon maaf kalo gak bisa nemenin banyak-banyak, demi mencari receh buat bayar kontrakan T_T


    June 05, 2010

    Anger and Decission

    by Wijoyo Batara Frans Simanjuntak (noreply@blogger.com) at June 05, 2010 07:06 PM

    Lama sudah tak menuangkan ide pikiran dalam blog ini. Sebenarnya ada banyak hal yang terjadi selama beberapa bulan terakhir, namun ada beberapa hal yang paling berkesan. Pertemuan, membuat keputusan, mengambil langkah masa depan, melihat kekerasan terjadi...dan semua itu meninggalkan jejak penuh warna. Semua warna cerah, dan termasuk hitam di dalamnya.

    Malam itu aku teringat akan nasehat almarhum ayahku, "kalah jadi abu, menang jadi arang". Ah, selama ini aku belajar untuk menahan amarah agar tidak pernah menjadi kekerasan. Namun apa dikata, masih dalam tahap membelajarkan diri untuk lebih rendah hati dan menerima keadaan, sehingga malam itu aku ingin menghajar seorang pengendara sepeda motor. Walaupun tidak sampai terjadi, namun emosiku sudah meluap saat itu. Aaargh...jangan lagi lah, aku sudah melihat bagaimana perebutan anak mengakibatkan kekerasan dalam rumah tangga dan berujung kepada jalur hukum. Benar-benar kalah jadi abu, menang jadi arang.

    Tentang membuat keputusan, akhirnya dengan bulat tekad aku menghapus seluruh kenangan lama and take a decission to have a new relationship. Aku juga akhirnya mengubah keputusan lamaku yaitu melanjut kuliah ke jerman menjadi bekerja di sebuah badan usaha milik negara. Walaupun atas desakan orang tua dan keluarga juga, tapi amanah tetap akan dijalankan dengan tanggung jawab tanpa ada kata "menyesal" di kemudian hari. Memang di dalam transformasi tahap kedua ini, terlalu sulit rasanya mengambil keputusan yang terbaik, namun semuanya sudah mempertimbangkan resource yang ada saat ini, harapan keluarga, kemungkinan berubah dan resiko-resiko yang mungkin terjadi di masa depan. Aku berharap, sebuah kalimat yang kutuliskan sekitar 7 tahun lalu di binderku bisa menjadi nyata di tempat kerja yang kupilih ini.

    Dr. Wijoyo Batara Frans Simanjuntak, ST, MBA
    Dirut PT. PLN (persero)
    Dosen ITB

    Note:

    • ST bukan Sintua tapi Sarjana Teknik
    • MBA bukan Married By Accident tapi Master of Business Administration

    Walaupun masih jauh di depan dan banyak hal yang mungkin terjadi, tapi mari kita amin kan dulu lah. Hehehe. In God we trust. GBU

    June 04, 2010

    ada pertemuan, ada perpisahan

    by blesafho at June 04, 2010 04:39 PM

    mmm… emang enak yah kalo ketemu seseorang yang akhirnya jadi dekat dengan kita, bisa berbagi senang, sedih, diajak jalan-jalan, diajak susah, dan laen-laen lah. tapi suatu saat akan tiba waktunya berpisah. dah susah-susah menjalin hubungan sampe segitu, akhirnya harus terpisahkan juga oleh waktu dan jarak. kalo bagian yang ini, saya dulu rada kebal, mau pergi yah pergi aja tapi setelah punya pacar (cieee, sombong dikit ah) mule ada rasa yang berbeda. saya jadi lebih peka, lebih punya perasaan, dan akhirnya, bisa juga merasakan ga enaknya ditinggal temen deket, yang pasti, belum pernah ngerasain ditinggal pacar

    nah itu baru temen, cemana kalo sodara? oke, kisahnya dimulai dari sodara saya yang ada di jakarcha dulu tuh saya kalo ke jakarta, yang saya pengen banget ketemu tuh om dan tante saya, bukan sepupu saya, soalnya sering sibuk sendiri mreka, yah jadi rada dicuekin lah, makanya mreka sering saya siksa begitulah yang saya ceritakan ke ibu saya, eh malah di”marahin” dan dinasehatin ga boleh kayak gitu. lama-kelamaan, karena saya merubah pandangan saya, jadi lebih enak sih ma sodara sepupu yang di jakarta, jadi kalo mau pergi dari jakarta, agak berat rasanya. kadang saya merasa, kayaknya enak kalo seperti temen saya, sebut saja bunga , dia ga begitu akrab ma kakaknya, jadi kalo kakaknya pergi, ya ga ada perasaan sedih-sedih gitu deh. tapi saya bukan dia, dan saya hidup dikeluarga yang sangat dekat satu dan lainnya. inilah masalah yang lebih berat: dengan orang tua dan sodara kandung.

    banyak kenangan yang ga bisa ilang dari pikiranku, hal-hal lucu yang pernah kami buat. jadi dulu tuh, kami punya mainan gembot (apalah namanya) nah itu tuh saya rusak, tombolnya saya congkel-congkel sampe kluar, jadi ga bisa dimainin lagi deh. trus juga saya tuh suka membalas, dalam artian jelek kali ini, jadi pas lagi mandi, kan mandinya bareng, nah saya dipukul ma kakak saya yang kedua pake gayung, trus saya bales deh, saya pukul kpala kakak saya pake gayung, sampe patah gayungnya parah yah, maaf yah mas, kadang saya hampir nangis kalo inget ni crita loh. sering brantem juga ma kakak saya yang pertama, dan anehnya, eh lucunya, kakak saya yang kedua langsung tidur, seolah-olah ga tau apa-apa kami juga pernah manjat pohon sebelah rumah, nah 1 orang 1 dahan, trus ada truk sampah yang mau ngambil sampah, karna pohonnya lebat, kami panggil-panggil deh om-om itu, tapi mreka ga liat kami, nah karna daun didahan kakak saya yang kedua kurang lebat, dia pindah kedahan saya, so pasti saya marah-marah, akhirnya patah deh tuh dahan, jatuh lah kami berdua, yah karna malu, saya langsung lari masuk rumah lah. nah, ini bagian usil saya, jadi pernah tuh, pas kakak saya yang kedua lagi tidur, bibirnya saya olesin balsem duh ga tau tuh lagi mikir apa saya, trus dia bangun dan langsung ke kamar mandi buat bersihin bibirnya, ga marah loh dia, baik yah.

    nah, itulah sebagian dari kisah saya bersama kakak-kakak saya yang slalu mengingatkan saya dengan saudara saya ketika saya jauh dengan mreka. kalo chatting ma kakak saya yang kedua, dia bilang kangen ma saya agak ngerasa geli sih baca tulisan itu trus chatting juga ma kakak saya yang pertama, banyak pencerahan dari dia, walaupun kadang sering dimarah-marahin, kadang hampir nangis juga kalo dimarahin ma bliau tapi saya sayang kakak-kakak saya, apalagi sama orang tua saya walaupun ga saya ceritakan disini. yah, semoga kami bisa bertemu lagi dibulan agustus ini

    sepintas, memang enak kalo kita punya hubungan yang biasa-biasa saja dengan orang lain, semuanya berjalan dengan baik-baik saja, mungkin merasa senang, tapi ga sedih kalo berpisah. tapi percayalah, jauh lebih enak kalo ada perasaan yang lebih dalam, lebih dekat dengan orang lain, apalagi dengan keluarga. banyak hal yang bisa kita dapat, banyak juga yang bisa kita rasakan, smuanya bikin hidup lebih berwarna-warni, lebih menyenangkan, lebih bervariasi, dan yang pasti, bikin hidup lebih hidup. kalo hidup kita ga ada kasih, maka hidup kita ga bakal seru. kasih itu bukan seperti air yang dibagi-bagikan, dah berkurang terus menerus, tapi seperti api yang dibagi-bagikan, maka dunia akan jadi terang karena smuanya memiliki api tersebut.

    jadi, sudah berapakali Anda merasakan senang saat bertemu, dan sedih saat berpisah?


    June 03, 2010

    Untitled

    by pUtRi at June 03, 2010 08:53 AM

    setelah hampir dua tahun ga pernah diupdate, tiba-tiba pengen nulis tapi nulis apa ya