July 02, 2009

Moonlight (Silverlight 2.0) di Ubuntu 9.04

by Narenda Wicaksono at July 02, 2009 07:32 AM

ubuntu logoUbuntu cukup populer dikalangan pengguna Linux. Karena gatal dengan polemik berkepanjangan mengenai apakah Silverlight bisa running di Linux. Mari kita test website Silverlight dengan Ubuntu versi yang paling baru (9.04). Langsung navigasi ke Moonlight 2.0 versi 6 di http://go-mono.com/moonlight-preview/ untuk mengunduh Silverlight runtime dari project mono.

Berikut adalah tampilan website tersebut di mesin ubuntu dengan browser Firefox

Screenshot

Kemudian – instalasi akan dilanjutkan dengan instalasi codecs versi terakhir yang tersedia

Screenshot-2 Screenshot-3

Karena rindu dengan manisnya “Ratna Wardani”, saya buka website “kenangan” yang menampilkan silverlight streaming

http://narenda.menikah.tv/blogs/livestreaming/archive/2009/05/06/ultimate-geek-wedding-at-metro-tv.aspx

Screenshot-4

Lancar dan menawan – eh maksudnya streaming video-nya, hehe. Kemudian mencoba-coba dengan beberapa website lain yang cukup kompleks seperti http://narenda.com/indonesia/wisata

Tertarik mencoba site yang lain? Silahkan mencoba sendiri …

Regards,

Narenda Wicaksono

 

Share this post: | | | |

July 01, 2009

Hey Egypt, MOSES Will Comes to You Once Again and Makes Another Miracles

by davsam at July 01, 2009 09:42 PM

Tiba akhirnya minus beberapa jam lagi, kami tim Big Bang akan bertolak ke Kairo… jujur gw terharu… di sini gw merasa gw bener2 orang keciiilll banget… Dukungan dari orang2 luar biasa  ini yang termasuk dalam elemen Indonesia: Peneliti E-Health STEI ITB, Guru Besar Ibu Tati Mengko, Kaprodi IF Ibu Putri Dinas Kesehatan Jawa Barat, Bapak Agus Halim dan [...]

Menikah……

by Petra at July 01, 2009 06:07 PM

Tadi siang dapet kabar baik dari angkatan IF 2005.
Ternyata ada anak IF 2005 yang akan melangsungkan akad nikah dalam bulan Juli ini.

Sejak malam terakhir angkatan kemarin, Piala UML (kepanjangan dari Unified Modelling Language Udah Menikah Loh) adalah salah satu yang jadi hangat di antara angkatan (selain daripada combo seminar yah smiley)
Gw memang sudah menduga bahwa yang dapet piala ini duluan pasti cewe. Dan saudari ini juga udah termasuk dalam hitungan seh. Tapi gak nyangka aja bakal secepat ini. Begitu cepat.

Begitu cepat sampai gw jadi merenungkan….. Kapan gw bisa nyusul yah…..

Menikah itu mungkin hal yang termasuk impian gw. Maksudnya, gw kepengen banget abis pulang kerja ada sapaan selamat datang yang sangat hangat. Abis itu bisa ngobrol di teras berduaan sampe malem. Besok paginya dibangunin dengan suara lembut dan dianterin ke pintu gerbang. Huhuhu. Di kantor semangat kerja karena kepengen cepet-cepet pulang, so on and so forth.


Belakangan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh orang-orang di sekitar selain “kapan lulus?” adalah “udah punya pacar belum“. Dua-duanya adalah pertanyaan yang begitu sulit buat dijawab. Yang pertama bisa gw jawab, “secepatnya“, kalo yang kedua yah mau gak mau, “belum neh, cariin dong

Untuk urusan kedua sebenernya gw sering gak mau ambil pusing.

Kenapa?

Entah yah, gw dari SMP termasuk orang yang rada introvert. Dan pergaulan gw terbatas. Dengan cowo aja terbatas apalagi dengan cewe di mana SMP gw itu SMP khusus laki-laki. Sampai gw masuk SMA, gw udah lumayan bisa bergaul.

Dan di SMA adalah saat di mana gw mulai menaruh ketertarikan kepada lawan jenis. There was this girl. Dia adalah temen yang sangat deket dengan gw dari mulai kelas 1. Dan gw awalnya seneng aja ngobrol dan tukar pikiran karena orangnya asik. Tapi yah well, you know the continuation lah ya. smiley And at the end I told her how I feel. “But“, I said, “there’s just boundaries that I really couldn’t pass over. And I really want you to stay as friend despite whatever I’m telling you now“. Well, she did acknowledge that dan kita jadi temen yang lebih deket sampe sekarang meski udah gak pernah ketemu lagi sebenernya.

Setelah itu, I got one crush at the end of high school tapi gw terlalu sibuk buat nyiapin ujian dan gw sempet stress gak karuan (seriously) karena ditolak masuk NTU padahal udah ampe wawancara.

*halah jadi curhat, terusin aja ah, tanggung*

Pas udah masuk kampus, I put an interest to a girl in the end of first year. We share same cultural background, yet we could have many different ways in seeing things. Dan gw bener-bener merasa tertarik dan nyaman. And I was too stiff to recognize that. Dan mungkin suatu saat gw entah bikin kesalahan apa, jadi agak-agak renggang. Dan pada akhir semester 5 gw ngomong ke dia. Expectedly, she refused me. Yah, beberapa minggu mental gw terganggu smiley Ada sebuah ungkapan yang selama itu terngiang-ngiang di kepala gw, “We won’t know how precious a thing until we are losing it”. Seterusnya gw dan dia itu gak pernah komunikasi lagi sampai mungkin one and half year (yah itu gw yang mulai sih, abis gw kek bingung kalo ketemu mesti ngapain smiley). Tapi sekarang udah agak biasa aja sebenernya setelah gw berusaha inisiatif buat nyapa dan lain-lain. Gak sedeket dulu tapi gw rasa udah lumayan lah.

Sekarang? Ada sih. Tapi jujur, gw lagi dalam pemikiran yang sangat berat untuk ini, entah kenapa. Ada satu sifat gw yang gw tuh gampang ngomong ke cewe, tapi kalo udah interest, gw tuh susah banget rasanya. NgeYM tiba-tiba tangan terasa kaku, ngeSMS ato mo nelpon hape terasa berat banget, mau nyapa ato ngajak ngobrol lidah tuh terlalu kaku.

Kadang suka bingung sama orang yang kerjaanya gonta ganti pacar. Hahaha.

Gitu lah, maksudnya gw gak mau ambil pusing karena pas akhir-akhir masa kuliah ini tanggung jawab banyak yang nambah. Dan kayaknya untuk beberapa hal harus gw hentikan dulu. At least, I couldn’t concentrate doing something while someone is running around my brain: how is she right now, where is she right now, has she had her lunch today? how’s her work today?.

Makanya sekarang gw terus bertanya-tanya…… Duh, bisa gak yah ntar gw nikah smiley

Hehehe……

wew jadi panjang,

well, buat saudari Anis dan saudara Aris.
selamat (akan) menempuh hidup baru,
semoga menjadi keluarga yang diberkahi selalu,
Amin!

(semoga doanya nyampe)

Selamat untuk para MVP baru!

by Narenda Wicaksono at July 01, 2009 05:45 AM

Hari ini adalah hari yang cukup menggembirakan bagi saya. Indonesia mendapatkan 9 slot MVP baru – jumlah yang dapat dikatakan paling besar untuk kawasan Asia Pacific dalam satu siklus pemilihan MVP. Ijinkan saya mengucapkan selamat untuk Andik Susilo (Windows Desktop Experience), Aris Lesmana (Office System), Bobby Iskandar (Directory Services), Erick Kurniawan (Visual Basic), Fajar Fathurrahman (Management Infrastructure), Hafiz Arraja (Windows Live), Hendrik Sudianto (SQL), Kresna Dewantara (Expression Blend), dan Sony Setiawan (Office System).

MVP adalah Most Valuable Professional. MVP adalah penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Microsoft kepada para professional yang telah mendedikasikan ilmu, pikiran, dan tenaga untuk keberlangsungan komunitas. Mereka cukup aktif membagi ilmunya dalam acara komunitas, melalui tulisan di blogs, ataupun melalui karya lain yang memberikan manfaat kepada rekan-rekan komunitas. Ijinkan saya memperkenalkan secara singkat ke-9 MVP tersebut.

Andik Susilo

Mas Andik adalah pentolan dari MUGI Bandung yang juga aktif di Windows Server System Indonesia. Saya sudah mengenal tokoh yang memiliki nickname: paluared ini sejak kita bersama-sama mendeklarasikan MUGI Bandung. Keaktifan di dunia maya tidak diragukan lagi, termasuk keaktifannya didunia nyata yang pada akhirnya membawa beliau mendapatkan penghargaan yang cukup prestise ini.

clip_image002clip_image001[5]clip_image002[4]

Baru-baru ini pun, beliau meluncurkan sebuah ebook gratis yang berjudul Windows 7 Parental Control. Ebook ini membahas segala aspek tentang Windows Parental Control pada Windows 7, mulai dari pengenalan tentang apa itu Windows Parental Control hingga tahapan instalasi berikut seting dan konfigurasinya.

clip_image001

 

Aris Lesmana (Office System)

Mas Aris juga merupakan salah satu pentolan dari MUGI Bandung, beliau juga cukup aktif dalam komunitas online Windows Server System Indonesia. Kehadirannya di komunitas MUGI Bandung memberikan warna tersendiri. Beliau tidak pernah absen dalam setiap acara MUGI Bandung.

clip_image002[13]clip_image002[9]clip_image002[11]

Eksistensinya juga dalam dunia pendidikan tidak diragukan lagi, sebagai pendidik dan pengajar di berbagai instansi dan institusi.

clip_image002[7]

Semua itu dikombinasikan dengan keinginannya yang selalu ingin menyalurkan ilmunya kepada orang lain. Sebagai pendidik dan pemilik salah satu sertifikasi, baru-baru ini beliau berbagi ilmunya melalui ebook yang berjudul: Mengenal Sertifikasi Microsoft.

clip_image002[15]

Bobby Iskandar (Directory Services)

Mas Bobby ini adalah salah satu veteran WSS-ID yang berdomisili di Bandung. Energi yang cukup luar biasa dan dedikasinya terhadap komunitas sangat saya kagumi. Kiprahnya dalam setiap acara MUGI Bandung didedikasikan secara spesial untuk teknologi infrastruktur – khususnya “Directory Services”

clip_image002[17]clip_image001[7]clip_image001[9]

Mas Bobby menyalurkan kemampuan dan berbagi ilmu melalui blogs, whitepaper, dan tentunya ebook. Tak terhitung whitepaper dan paduan instalasi yang telah dipublishnya di WSS-ID. Beliau juga telah meluncurkan ebook yang berjudul Membangun VPN dengan Windows Server 2008 dan Windows 7. EBook  ini  berisi  langkah-langkah  dalam membangun Virtual Private Network dengan menggunakan Windows Server 2008 dan Windows 7 sebagai VPN Clientnya.

clip_image001[11]

Erick Kurniawan (Visual Basic)

Mas Erick Kurniawan adalah staf pengajar di beberapa universitas di Yogyakarta. Selain aktif di komunitas .NET Developer Indonesia. Mas Erick juga aktif dalam komunitas MUGI Yogyakarta – beliau adalah salah satu perintis komunitas tersebut di Kota Gudeg.

clip_image002[19]clip_image006clip_image008

Salah satu hal yang cukup unik dari Mas Erick adalah kemampuan VB dan C# yang hampir setara. Mas Erick selain telah menulis buku Aplikasi Web Interaktif dengan ASP.NET 3.5 yang diterbitkan oleh penerbit Andi juga aktif dalam blogs dan yang paling baru, beliau bersama-sama mas Wely mengembangkan .NET Programming Curriculum - CSharp yang akan segera dipublish dalam waktu dekat.

Fajar Fathurrahman (Management Infrastructure)

Kira-kira 2 tahun yang lalu, seorang Microsoft Student Partner dari ITB mendatangi saya dan bertanya: “Saya suka dunia infrastruktur, apa yang saya bisa lakukan supaya saya jadi expert?”. Saya beri beliau DVD Installer “Windows Server 2008 Alpha” beserta “Resources Kit” dan saya hanya berpesan, kamu bisa pelajari ini dan bagi ilmu yang kamu telah pelajari ke dunia. Sebulan kemudian – beliau datang kesaya dan memberikan saya sebuah ebook delapan bab yang telah diunduh oleh lebih dari 13.000 orang! Sungguh luar biasa …

Microsoft Windows Server 2008

Selain aktif di blog, Fajar juga sangat aktif di komunitas sebagai pembicara diberbagai kesempatan.

picmsdn1itt

Hafiz Arraja (Windows Live)

Hafiz cukup aktif dalam komunitas .NET dan tak jarang muncul sebagai pembicara dalam acara komunitas. Hafiz dianugrahi MVP – Windows Live, karena dedikasinya mengimplementasikan LiveEdu diberbagai kampus di seluruh Indonesia.

clip_image002[21]clip_image002[23]image

Hafiz juga telah menulis 2 buah buku gratis The Power of Visual Basic 9.0 dan Vista for Developer yang telah dinikmati oleh lebih dari 10.000 developers.

image image

Hafiz Arraja adalah salah satu Microsoft Student Partner yang telah “graduate” dan menjadi MVP sekaligus merupakan “former army” dari Microsoft Innovation Center – Universitas Indonesia.

 

Hendrik Sudianto (SQL)

Mas Hendrik adalah pentolan dari SQL Server Indonesia. Beliau tak segan-segan berbagi ilmunya dalam online maupun offline sebagai speaker di berbagai acara termasuk SQL Gathering.

 image image image

Hendrik bekerja sebagai konsultan di salah satu partner Business Intelligence Microsoft. Beliau dapat ditemui di SQL Server Indonesia maupun .NET Developer Indonesia.

 

Kresna Dewantara (Expression Blend)

Kresna adalah salah satu anggota MIC UI yang juga cukup aktif dalam komunitas .NET Developer Indonesia.

image image image

Kresna juga telah meluncurkan beberapa ebook antara lain User Experience in WPF and Silverlight with Expression Blend dan Deliver Desktop App with CSharp 3.0 yang telah diunduh oleh lebih dari 10.000 developers.

image image

Kresna lebih menyukai aktivitas offline sebagai speaker atau membuat resources untuk komunitas dalam bentuk ebook.

Sony Setiawan (Office System)

Siapa yang tidak kenal tokoh yang satu ini. Sony Setiawan adalah ketua MUGI Nasional yang menjadi arsitek dari agresivitas dan aktivitas MUGI di seluruh Indonesia.

Picture1

33 MVP di Indonesia

Akhir kata selamat untuk seluruh MVP baru dan MVP yang telah di renew. Tak lupa saya ucapkan banyak terima kasih untuk mas Wely yang telah banyak membantu proses nominasi ini hingga rekan-rekan dapat persetujuan Microsoft Corp untuk mendapatkan gelar yang cukup bergengsi ini. Bagi yang belum terpilih jangan berkecil hati. Resepnya sederhana, berkontribusi untuk komunitas.

 

Nama

Expertise

Agus Kurniawan

Visual C#

Agus Suhanto

ASP/ASP.NET

Agusto Xaverius

SharePoint Services

Ahmad Masykur

ASP/ASP.NET

Andri Yadi

VSTO

Andik Susilo

Windows Desktop Experience

Arfan Arlanda

Communications Server

Aris Lesmana

Office System

Basirudin Rachman

Visual C#

Bobby Iskandar Zulkarnain

Directory Services

Doddy Christiana Saputra

Team System

Erick Kurniawan

Visual Basic

Faisal Henry Susanto

Exchange Server

Fajar Fathurrahman

Management Infrastructure

Fuady Rosma Hidayat

Team System

Haer Talib

Access

Hafiz Arraja

Windows Live

Hendra Eka Putra

SQL

Hendrik Sudianto

SQL

Kiki Rizki Noviandi

SQL

Kresna Dewantara Siahaan

Expression Blend

Lutfie Royan

File System Storage

M Reza Faisal

ASP/ASP.NET

Rahmat Zikri

Exchange Server

Raymond Engelbert

Exchange Server

Ridi Ferdiana

Client Application Development

Ronald Rajagukguk

Client Application Development

Rully Yulian M.Firmansyah

Visual Basic

Sony Setiawan

Office System

Tahir Tahang

ASP/ASP.NET

Tutang MM

Windows Desktop Experience

Wely W

Visual C#

Zeddy Iskandar

Xbox

Salam,

Narenda Wicaksono

Technical Advisor

Share this post: | | | |

Keep you forever

by Wijoyo Batara Frans Simanjuntak (noreply@blogger.com) at July 01, 2009 04:26 AM

I made a list of my dearest person and I wrote them in pencil,
I included your name but wrote it in permanent ink
because I decided to keep you on my list forever!

Direct TV: The Innovative Sattelite TV

by Administrator at July 01, 2009 03:45 AM

Direct TV has been an innovator ever since it was founded back in 1994 to make the best of revolutionary satellite technology that allowed hundreds of channels of television to be provided to millions of people all over North America at prices they could afford. Given its history of innovation, we really shouldn’t be that [...]

Fm 2009: Potential Stars Shortlist

by Administrator at July 01, 2009 03:16 AM

A shortlist with all the players who have potential high abilities. An easy way to find those next wonderkids. Installation Instructions View a small video tutorial here or follow the instructions below. 1) Download the file. 2) Extract the file to: XP –> C:\Documents and Settings\Your User Name\My Documents\Sports Interactive\Football Manager 2009\shortlists\ VISTA –> C:\Users\Your User Name\Documents\Sports Interactive\Football Manager 2009\shortlists\ 3) On [...]

June 30, 2009

HE gave you

by Wijoyo Batara Frans Simanjuntak (noreply@blogger.com) at June 30, 2009 06:00 PM

I asked God for a rose & He gave me a garden.

I ask God for a drop of water & He gave me an ocean.

I asked God for an angel & He gave me you!

Salon yang Aneh

by diBond at June 30, 2009 12:25 PM


Senin, 29 Juni 2009
20:24 @BIP

[Mbak]: “Bisa dibantu?”
[Bond]: “Iya Mbak. Kalo half french polish ini apa ya?”
[Mbak]: “Ooh, jadi yang itu berwarna ujung sama pangkalnya.”
[Bond]: “Kalau yang biasa yang french polish ini ya?”
[Mbak]: “Iya, yang 35 ribu.”
[Bond]: “Yauda, saya yang itu aja.”
[Mbak]: “Udah gak bisa Mbak. Udah mau tutup.”
[Bond]: “…” *sableng… kenapa gak bilang dari awal-awal*

Keesokan harinya, nge-french polish sambil ngobrol-ngobrol.

Selasa, 29 Juni 2009
14:15 @BIP

[Bond]: “Mbak, disini ada nail polish remover gak?”
[Mbak]: “Ada. Ada yang 12ribuan, ada yang 18ribuan.”
[Bond]: “Bedanya cuma ukuran aja ya?”
[Mbak]: “Iya. Yang kecil lebih murah.”
[Bond]: “Yauda, saya yang 12ribuan aja.”
[Mbak]: “Ngg… tapi lagi kosong Mbak.”
[Bond]: “…” *kantuik…*

Tah apa apa.

random bubblings

by udahmabok at June 30, 2009 11:25 AM


routines – might be a term in IT, but for me just a slight conscious moment to hardly stop grieving, complaining, blaming or just asking and chose to do it in the same way others do it. i hate to be similar though

what’s the matter of being envy? envy others who did things better is a good sign of any reformation. stop say, “be grateful”. i don’t know how to do it.

arifle, pizza and coding. i guess i miss it

and the film called “King”

by Widya at June 30, 2009 08:47 AM


KingOne other great movie …

Satu lagi film bermutu yang saya tonton bulan ini.  Actually, rada mirip siy temanya ama Garuda Di Dadaku, anak-anak, persahabatan, nasionalis dan semangat pantang menyerah. Kalau di film sebelumnya Alenia Pictures mengangkat tema sepak bola, kali ini badminton yang jadi fokus cerita.

Berkisah tentang Guntur, seorang anak yang dituntut ayahnya menjadi pemain Badminton hebat seperti sang idola, Lim Swie King. Mirip dengan kisah hidup sang idola, Guntur yang hidup di dilatih sang ayah dengan keras. Ia pun bersemangat mengikuti segala perintah sang ayah, bahkan sampai menjuarai turnamen badminton antar SD di daerahnya.

Dukungan 2 sahabatnya – Raden dan Michelle – pada Guntur, membuat ia masuk dalam suatu klub bulu tangkis yang mengantarnya memperoleh beasiswa PB DJarum dan mempertemukannya dengan sang Idola – Lim Swie King – yang ternyata memiliki nama kecil yang sama dengan namanya. Latihan keras, kerendahan hati dan semangat pantang menyerah mengantarnya menjadi Juara Kejuaran Bulu Tangkis Yunior se-Asia.

Two thumbs up buat niy film. Sinematografi mantap dengan memperlihatkan keindahan kawah ijon, lokasi pembuatan film ini. Keindahan persahabatan Raden dan Guntur, ide-ide gila Raden yang terkadang malah berujung masalah menyajikan suatu pesan moral yang sangat jelas sehingga mudah dimengerti oleh anak-anak tapi juga bermanfaat buat orang dewasa. Kasih sayang seorang Ayah yang keras dan sempat menimbulkan kemarahan sang anak, menjadi konflik yang meramu film ini menjadi cukup mengharukan.

Kehadiran maestro Bulu Tangkis Lim Swie King, Haryanto Arbi, Hastomo Arbi, Ivana Lie, dan atlit-atlit PB Djarum lain memberikan nilai tambah bagi film ini. Apalagi Haryanto Arbi sempat ikut berperan di film ini.

Nasionalis banget …. lantunan musik Tanah Air dan lagu Indonesia Raya sebagai penutup film benar-benar memperlihatkan semangat nasionalisme.

Sedikit catatan, saya merasa perjuangan Guntur dari mulai ikut serta dalam seleksi beasiswa hingga akhirnya menjadi Juara terlalu sedikit diulas. Porsi terbesar adalah masa perjuangannya sebelum bergabung di PB Djarum. Kayaknya klo porsinya dibikin seimbang bakalan lebih seru :D .

Garuda di Dadaku

by Widya at June 30, 2009 06:30 AM


film20921m

Great Movie …

Kisah seorang anak pencinta sepak bola bernama bayu yang ditentang habis-habisan oleh sang kakek yang anti sepak bola. Nasib kurang baik ayah si anak yang terbuang dari dunia sepak bola karena cedera dan menghabiskan sisa hidupnya menjadi supir taksi serta kurang baiknya track record pesepakbola negeri ini, membuat sang kakek melarang si anak berhubungan dengan apapun terkait sepak bola. Malahan kakeknya mengarahkannya untuk les lukis dan musik yang sama sekali tidak ia sukai

Bakat Bayu dapat dilihat dengan baik oleh sahabatnya Heri, yang juga mencintai sepak bola namun harus mengubur mimpinya menjadi pemain sepak bola karena lumpuh sejak kecil. Dengan support yang besar dari Heri -dibantu supirnya-, Bayu berhasil lolos seleksi TimNas U-13 dan berhasil meluluhkan hati sang kakek.

Cerita menghibur dan bermutu. Ciri khas yang susah ditemui di Film Indonesia. Heri yang selalu optimis, penuh ide-ide dan tak kenal menyerah memberikan semangat pada Bayu menjadi nilai plus bagaimana indahnya persahabatan yang terjalin di antara mereka. Berbagai adegan kocak Bayu, Heri dan supirnya memberikan hiburan lebih pada film ini.

Nilai plus Garuda Di Dadaku menjadi lebih lengkap dengan kepintaran Bayu mengocek bola. Keseriusan Tim Produksi yang menemukan sosok pemeran Bayu pada seorang anak berbakat yang sekolah di sekolah sepak bola Arsenal, menjadi kekuatan tersendiri di film ini.

Menghibur dan edukatif serta bertemakan anak-anak … Ciri khas Alenia Pictures. Sudah saatnya Film seperti ini yang mengisi bioskop-bioskop Indonesia, bukan lagi tema horor dan pornografi berkedok seni.

Manusia: Hakekat, Visi, dan Misinya (bagian 1)

by egadioniputri at June 30, 2009 06:06 AM

Dalam sebulan belakangan ini, entah kenapa kebetulan materinya sama, sudah tiga kali saya diminta untuk memberikan materi tentang konsep diri manusia dan segala tetek bengeknya ke teman-teman angkatan 2008. Berhubung dari ketiga pertemuan itu saya merasa belum menyampaikan semua hal yang terlintas di otak saya, maka saya ‘membayarnya’ dengan menulis di sini. Tentu saja dalam [...]

Ubuntu Portable

by egadioniputri at June 30, 2009 04:06 AM

Sudah pernah mencoba Ubuntu Portable? Kalo Anda ingin bermain sistem operasi gratisan ini tapi belum siap meninggalkan Windows Anda beserta program-programnya, aplikasi ini bisa jadi satu pilihan yang bijak. Ubuntu Portable adalah satu lagi bukti bahwa mazhab open source selalu bisa ‘berdamai’ dengan produk propietari. Setelah pengembangan OpenOffice yang kini sudah dapat membuka file berformat [...]

I’m stunned

by santus at June 30, 2009 12:06 AM

This morning, I opened Our Daily Bread and this paragraph was the first thing I read,

If  we died tomorrow, the company that we are working could easily replace us in a matter of days. But the family left behind would fee the loss for the rest of their lives. Why then do we invest so much in our work and so little in our children’s lives?

I’m stunned, for how long it has been since I …..

I missed my family…

hmm 08.00 o’ clock, better be start working…


June 29, 2009

gengsi

by Rani! (rrrunni@yahoo.com) at June 29, 2009 02:11 PM

tadi saya ga sengaja baca postingan ini. ngerasa aneh sendiri. kok bisa ya nulis seperti itu? saat itu, bertahun-tahun saya belum pernah bertemu dengan orang yang saya ceritakan. dan saya udah bertemu dengannya beberapa waktu lalu. apakah saya meminta maaf kepadanya, seperti yang saya rencanakan?

engga.
keadaan memang ga memungkinkan saat itu sebenarnya.
beberapa hari kemudian, saya menambah id-nya di messenger. tapi sampai sekarang saya belum pernah menyapanya. dia juga belum pernah menyapa saya.

haloo, di sini sudah menunjukkan niat baik nih.
coba dong pihak sebelah sana tunjukkan niat baiknya...

setelah dipikir-pikir, kenapa saya buat rencana minta maaf itu ya?
rasa bersalah yang saya sebutkan di postingan juga ga muncul saat saya bertemu dengannya.
setelah dipikir-pikir lagi, kenapa saya harus merasa bersalah?
saya dan dia juga ga melakukan perbuatan dosa.
mungkin dia juga udah melupakan semuanya.

hahaha...kesannya kok gawat padahal cuma hal kecil...
kecil? kecil ga ya?
saya kecilkan deh.

Single vendor Vs Multi vendor IT Security

by Djafar at June 29, 2009 06:21 AM


Dalam implementasi IT Security, terdapat dua jenis aliran yang berbeda dalam melakukannya: pertama adalah multi vendor – beli yang terbaik untuk masing-masing keperluan spesifik, tidak hanya dari satu vendor saja, dan menggabungkankanya menjadi satu sistem utuh, dan single vendor: Hanya menggunakan satu jenis vendor saja untuk semua keperluan, dan mengandalkan vendor tersebut untuk dapat bekerja dengan baik.

Secara umum, permasalahan single vendor vs multi vendor merupakan permasalahan umum di dalam dunia IT, terkait dengan hardware dan software yang digunakan [CHU08], bukan hanya permasalahan di dalam bidang IT security saja. Setiap pengadaan barang terkait IT akan memicu permasalahan tersebut.

Single vendor biasanya dipelopori oleh vendor terbesar di dalam bidang tersebut, yang di dalam bidang IT Security hal ini dilakukan oleh Cisco. Sedangkan solusi multivendor banyak ditawarkan oleh vendor-vendor lainnya.

Sesungguhnya, pemilihan penggunaan single vendor vs multi vendor sangat tergantung pada kasus pengguna layanan IT security tersebut. Oleh karena itu, pembagian kasus untuk masing-masing solusi dapat dibagi menjadi 2 hal dibawah ini.

Perusahaan-perusahaan yang memiliki data yang sangat besar, dengan sistem informasi yang tidak terstruktur dengan baik, dan kebutuhan untuk implementasi sistem keamanan dengan waktu yang relatif cepat tentunya akan lebih baik menggunakan sistem single vendor. Hal ini mengingat pengelolaan datanya sendiri sudah sangat menyulitkan. Penggunaan sistem single vendor yang relatif lebih mudah diimplementasi akan sangat memudahkan perusahaan seperti ini [CHU08].
Sebaliknya, jika secara teknis sebuah perusahaan sudah memiliki sistem informasi yang baik, jumlah data yang diproses tidak terlalu besar, dan memiliki ketertarikan untuk melakukan penghematan di bidang IT security, perusahaan tersebut akan lebih baik menggunakan solusi multi vendor untuk mengoptimisasi sistemnya, karena sifat multi vendor yang dapat mengurangi cost asalkan dikombinasikan dengan tepat dan memiliki tenaga ahlinya[CHU08].

Sesuai dengan paparan diatas, kesimpulan dari single vendor vs multivendor ini adalah bahwa penggunaannya tergantung dari keadaan serta kebutuhan dari perusahaan yang akan mengimplementasi. Karena dari kelebihan dan kekurangan masing-masing solusi, jika digunakan dengan tepat akan menghasilkan hasil yang maksimal.

Referensi :
[CHU08] http://chucksblog.typepad.com/chucks_blog/2008/04/single-vs-multi.html Last access : 290609

June 28, 2009

Perbandingan CMS

by Ivan (luftwaffe1987@gmail.com) at June 28, 2009 07:46 AM

Tadi siang, temen saya, rizqinova putra, pemilik dari kemudian.com. Dia mengetes kehebatan dari beberapa cms yang dia pakai. CMS-CMS yang dites kali ini adalah, Drupal (www.kemudian.com), wordpress (www.inkuiri.com), dan vbulletin (www.kemudian.com). ia mengetes pada server dengan kemampuan :
Memory : 8GB
Processor : Q9300 Intel
Apache : Prefork mode
PHP : 5.2.4, FastCGI, APC
OS : Ubuntu 8.04.2

dengan Benchmark:
10.000 request with 5 concurrent users

Berikut ini adalah hasil pengetesan yang beliau lakukan :

Drupal kemudian.com :
Dengan memcache :

Concurrency Level: 5
Time taken for tests: 50.333074 seconds
Complete requests: 10000
Failed requests: 19
(Connect: 0, Length: 19, Exceptions: 0)
Write errors: 0
Non-2xx responses: 19
Total transferred: 397318877 bytes
HTML transferred: 392194833 bytes
Requests per second: 198.68 [#/sec] (mean)
Time per request: 25.167 [ms] (mean)
Time per request: 5.033 [ms] (mean, across all concurrent requests)
Transfer rate: 7708.77 [Kbytes/sec] received

Connection Times (ms)
min mean[+/-sd] median max
Connect: 0 0 0.0 0 1
Processing: 5 24 368.6 9 19018
Waiting: 5 24 368.6 9 19018
Total: 5 24 368.6 9 19018

Percentage of the requests served within a certain time (ms)
50% 9
66% 13
75% 15
80% 17
90% 24
95% 31
98% 42
99% 53
100% 19018 (longest request)

Tanpa Memcache :

test 1
root@node1:/home/kemudian/public_html/pro/sites/kemudian.com# ab -n 10000 -c 5 http://kemudian.com/index.php
This is ApacheBench, Version 2.0.40-dev <$Revision: 1.146 $> apache-2.0
Copyright 1996 Adam Twiss, Zeus Technology Ltd, http://www.zeustech.net/
Copyright 2006 The Apache Software Foundation, http://www.apache.org/

Benchmarking kemudian.com (be patient)
Completed 1000 requests
Completed 2000 requests
Completed 3000 requests
Completed 4000 requests
Completed 5000 requests
Completed 6000 requests
Completed 7000 requests
Completed 8000 requests
Completed 9000 requests
Finished 10000 requests


Server Software: Apache
Server Hostname: kemudian.com
Server Port: 80

Document Path: /index.php
Document Length: 39091 bytes

Concurrency Level: 5
Time taken for tests: 56.115547 seconds
Complete requests: 10000
Failed requests: 22
(Connect: 0, Length: 22, Exceptions: 0)
Write errors: 0
Non-2xx responses: 22
Total transferred: 395186298 bytes
HTML transferred: 390063198 bytes
Requests per second: 178.20 [#/sec] (mean)
Time per request: 28.058 [ms] (mean)
Time per request: 5.612 [ms] (mean, across all concurrent requests)
Transfer rate: 6877.31 [Kbytes/sec] received

Connection Times (ms)
min mean[+/-sd] median max
Connect: 0 0 0.0 0 0
Processing: 4 27 481.1 6 20091
Waiting: 4 27 481.1 6 20091
Total: 4 27 481.1 6 20091

Percentage of the requests served within a certain time (ms)
50% 6
66% 7
75% 7
80% 9
90% 14
95% 19
98% 26
99% 34
100% 20091 (longest request)



Test 2
root@node1:/home/kemudian/public_html/pro/sites/kemudian.com# ab -n 10000 -c 5 http://kemudian.com/index.php
This is ApacheBench, Version 2.0.40-dev <$Revision: 1.146 $> apache-2.0
Copyright 1996 Adam Twiss, Zeus Technology Ltd, http://www.zeustech.net/
Copyright 2006 The Apache Software Foundation, http://www.apache.org/

Benchmarking kemudian.com (be patient)
Completed 1000 requests
Completed 2000 requests
Completed 3000 requests
Completed 4000 requests
Completed 5000 requests
Completed 6000 requests
Completed 7000 requests
Completed 8000 requests
Completed 9000 requests
Finished 10000 requests


Server Software: Apache
Server Hostname: kemudian.com
Server Port: 80

Document Path: /index.php
Document Length: 39091 bytes

Concurrency Level: 5
Time taken for tests: 41.62125 seconds
Complete requests: 10000
Failed requests: 18
(Connect: 0, Length: 18, Exceptions: 0)
Write errors: 0
Non-2xx responses: 18
Total transferred: 395341510 bytes
HTML transferred: 390217162 bytes
Requests per second: 243.53 [#/sec] (mean)
Time per request: 20.531 [ms] (mean)
Time per request: 4.106 [ms] (mean, across all concurrent requests)
Transfer rate: 9402.22 [Kbytes/sec] received

Connection Times (ms)
min mean[+/-sd] median max
Connect: 0 0 0.0 0 0
Processing: 4 19 360.1 6 19008
Waiting: 4 19 360.1 6 19008
Total: 4 19 360.1 6 19008

Percentage of the requests served within a certain time (ms)
50% 6
66% 8
75% 10
80% 11
90% 16
95% 22
98% 29
99% 39
100% 19008 (longest request)


Inkuiri (wordpress)
root@node1:~# ab -n 10000 -c 5 http://www.inkuiri.com/index.php
This is ApacheBench, Version 2.0.40-dev <$Revision: 1.146 $> apache-2.0
Copyright 1996 Adam Twiss, Zeus Technology Ltd, http://www.zeustech.net/
Copyright 2006 The Apache Software Foundation, http://www.apache.org/

Benchmarking www.inkuiri.com (be patient)
Completed 1000 requests
Completed 2000 requests
Completed 3000 requests
Completed 4000 requests
Completed 5000 requests
Completed 6000 requests
Completed 7000 requests
Completed 8000 requests
Completed 9000 requests
Finished 10000 requests


Server Software: Apache
Server Hostname: www.inkuiri.com
Server Port: 80

Document Path: /index.php
Document Length: 0 bytes

Concurrency Level: 5
Time taken for tests: 53.45823 seconds
Complete requests: 10000
Failed requests: 19
(Connect: 0, Length: 19, Exceptions: 0)
Write errors: 0
Non-2xx responses: 10000
Total transferred: 3638341 bytes
HTML transferred: 11457 bytes
Requests per second: 188.52 [#/sec] (mean)
Time per request: 26.523 [ms] (mean)
Time per request: 5.305 [ms] (mean, across all concurrent requests)
Transfer rate: 66.98 [Kbytes/sec] received

Connection Times (ms)
min mean[+/-sd] median max
Connect: 0 0 0.0 0 0
Processing: 9 25 68.3 21 3126
Waiting: 9 25 68.3 21 3126
Total: 9 25 68.3 21 3126

Percentage of the requests served within a certain time (ms)
50% 21
66% 26
75% 28
80% 30
90% 36
95% 41
98% 49
99% 57
100% 3126 (longest request)

Vbulletin

root@node1:~# ab -n 10000 -c 5 http://www.kners.com/index.php
This is ApacheBench, Version 2.0.40-dev <$Revision: 1.146 $> apache-2.0
Copyright 1996 Adam Twiss, Zeus Technology Ltd, http://www.zeustech.net/
Copyright 2006 The Apache Software Foundation, http://www.apache.org/

Benchmarking www.kners.com (be patient)
Completed 1000 requests
Completed 2000 requests
Completed 3000 requests
Completed 4000 requests
Completed 5000 requests
Completed 6000 requests
Completed 7000 requests
Completed 8000 requests
Completed 9000 requests
Finished 10000 requests


Server Software: Apache
Server Hostname: www.kners.com
Server Port: 80

Document Path: /index.php
Document Length: 40537 bytes

Concurrency Level: 5
Time taken for tests: 80.772915 seconds
Complete requests: 10000
Failed requests: 2446
(Connect: 0, Length: 2446, Exceptions: 0)
Write errors: 0
Non-2xx responses: 21
Total transferred: 408209408 bytes
HTML transferred: 403534669 bytes
Requests per second: 123.80 [#/sec] (mean)
Time per request: 40.386 [ms] (mean)
Time per request: 8.077 [ms] (mean, across all concurrent requests)
Transfer rate: 4935.34 [Kbytes/sec] received

Connection Times (ms)
min mean[+/-sd] median max
Connect: 0 0 0.0 0 0
Processing: 5 39 69.4 33 1867
Waiting: 5 39 69.4 32 1867
Total: 5 39 69.4 33 1867

Percentage of the requests served within a certain time (ms)
50% 33
66% 40
75% 45
80% 47
90% 54
95% 62
98% 77
99% 97
100% 1867 (longest request)

dari beberapa percobaan diatas, jelas terlihat bahwa Drupal lebih baik daripada tiga pesaingnya. ini terjadi karena arsitektur drupal yang mirip dengan OOP (hal-hal semacam inheritance, polimorphysm ditangani dengan baik oleh drupal) sehingga dia bisa menerapkan strategi cache yang lebih aggressif (dengan pendekatan polimorphysm hal ini dapat diperlakukan dengan baik) baik terhadap fungsi-fungsi dalam modul, maupun terhadap query database dibanding dengan dua pesaingnya.

sebagai contoh dalam wordpress dan vbulletin, setiap fungsi harus di-include kedalam mesin yang utama, sehingga menimbulkan keterlambatan yang lebih lama (wp supercache belum dienable, kemungkinan hal ini yang menimbulkan drawback pada wordpress).

yap, sekian laporan pengujian kali ini, semoga dapat membantu anda untuk menentukan CMS yang terbaik diantara mereka bertiga.

NB : katanya codeigniter ngadain sayembara yang bisa bikin framework yang lebih cepet dari dia dikasih hadiah, coba ah :D

June 27, 2009

Bakwan Jagung

by rNest at June 27, 2009 01:59 PM

Bagi yang belum tahu, dua bulan ini saya harus kerja praktek di Jakarta. Selama KP, saya tinggal di tempat paman saya di daerah Permata Hijau bareng dua orang teman saya, Meliza dan Seli. Nahh, salah satu hal menyenangkan di tempat paman saya adalah, Mbak Yanti yang bantu-bantu di sana pinteeerrr banget masak, meskipuun ngakunya ngga [...]

キッス~帰り道のラブソング~

by Petra at June 27, 2009 02:32 AM

キッス~帰り道のラブソング~
テゴマス

2人きりの公園 帰り道の指定席
いつもよりはしゃいでる 君を見つめ聞いてみた

「もしも明日世界が なくなったらどうする?」
君は何も言わずに僕の腕をギュウっとしたね

ねえこっちを向いていて
唇が近すぎてドキドキ止まらない

どんな君もどんな時も受け止めるから
もしも心が傷ついて涙こぼれる時は
世界中を敵にしても君を守るよ
I LOVE YOU言葉はいらないよ
君が最後のキッスいつまでも

いつもの別れ道で 何も出来ないわかってる
ほっぺたふくらませて手を離して「もう行くね」

ねえこっちを向いていて
唇に近づいてドキドキ止まらない

こんな僕も君がいれば強くなれるよ
恋は不思議な魔法だね何も怖くないから
世界中を敵にしても離しはしない
STAND BY ME誰かじゃ駄目なんだ
君にずっと側にいて欲しい

あぁ無邪気な素顔のまま君は言う
「ねえおばぁちゃんになってもキスしてくれるの?」
ねえその時には僕だって同じだよ
繋いだ手離しはしないから

どんな君もどんな時も受け止めるから
もしも心が傷ついて涙こぼれる時は
世界中を敵にしても君を守るよ
I LOVE YOU言葉はいらないよ
君が最後のキッスいつまでも


http://www.youtube.com/watch?v=LDGhyI55jkY
http://www.facebook.com/note.php?note_id=120708683046

June 26, 2009

New Divide

by paw at June 26, 2009 01:31 PM


I remembered black skies, the lightning all around me
I remembered each flash as time began to blur
Like a startling sign that fate had finally found me
And your voice was all I heard that I get what I deserve

So give me reason to prove me wrong, to wash this memory clean
Let the floods cross the distance in your eyes
Give me reason to fill this hole, connect the space between
Let it be enough to reach the truth that lies across this new divide

There was nothing in sight but memories left abandoned
There was nowhere to hide, the ashes fell like snow
And the ground caved in between where we were standing
And your voice was all I heard that I get what I deserve

So give me reason to prove me wrong, to wash this memory clean
Let the floods cross the distance in your eyes across this new divide

In every loss, in every lie, in every truth that you’d deny
And each regret and each goodbye was a mistake too great to hide
And your voice was all I heard that I get what I deserve

So give me reason to prove me wrong, to wash this memory clean
Let the floods cross the distance in your eyes
Give me reason to fill this hole, connect the space between
Let it be enough to reach the truth that lies across this new divide
Across this new divide, across this new divide

June 25, 2009

akhirnyaa

by Eunice Shertaria at June 25, 2009 04:16 PM


Pulang juga. Ke rumah. Home. Setelah 15 jam mati gaya di pesawat diiringi paduan suara bayi2 yg menangis tanpa henti bikin saya gabisa tidur sama sekali. *Kenapa sih uda tau anaknya masi bayi harus dibawa perjalanan jauh??*

finally..

being pampered again after 8 months struggling alone hehe. Sampai rumah langsung disuguhi gulai cumi, sambel goreng teri medan, ayam goreng. Ditutup dengan durian yg rasanya maknyus abes. Ahhh. Heaven on earth for me.

Yak, tampaknya postingan edisi pengangguran-banyak-acara di Indonesia bakal ramai menghiasi blog ini ke depannya. Just wait..

*di sela-sela jetlag yg bikin gabisa tidur walopun mata perih*

Wedding Fever

by diBond at June 25, 2009 02:13 PM


Beberapa tahun belakangan keknya banyak yang namanya kegiatan…

Menghadiri pernikahan teman. Menjadi pager ayu pernikahan teman. Membeli kado pernikahan teman. Mengantar teman menjahit baju pengantin. Mendengar teman membicarakan rencana pernikahan. Mengusap-usap perut teman yang bunting tua. Menengok teman yang baru melahirkan. Dan sebagainya, dan sebagainya…

Lalu tersadar…

2 tahun lagi saya sudah 25!!! Tidaaaaak…

Uhuhuhuhuw… quarter-life crisis! Tidak konsen antara tujuan mengejar karir atau mengejar kebaya pernikahan. Yup yup… It’s silly. Right now what i prefer more is still the wedding, not the marriage. Hiahahaha.

Anyhow, berhubung tahun ini banyak sahabat saya yang menikah dan akan menikah, jadi tambah beteeeeee. Moreover, i’m in a state now where i don’t belong to anything. I’m not a student anymore, i’m not an employee, and i’m not someone’s fiancee. Damn it. Uring-uringaaaan…

Berusaha mengalihkan pikiran ke hal yang menyenangkan.

WISUDA… 18 Juli 2009, here i comeeee…

Wisuda… wisudaaaa… wisuda… nikah…(ssshhh!!!) wisudaaa…!

June 24, 2009

Culture Shock

by Agung at June 24, 2009 02:47 PM


Berikut ini saya alihbahasakan dari panduan Beasiswa Erasmus Mundus untuk Mahasiswa di sini.

Riset terhadap efek psikologis dari hidup (dan belajar) di negeri orang menunjukkan beberapa tahap penyesuaian budaya, yakni:

image

  1. Honeymoon (Bulan Madu)
    Anda kagum bukan main dengan negara yang Anda datangi, dan berharap yang indah-indah tentangnya. Segala perbedaan antara budaya dari negara asal dengan negara asing ini nampak begitu positif. Anda mengambil foto dari setiap bangunan yang indah (dan membaginya di Facebook, tentu saja –ini komentar pribadi :P ), mencoba berbagai macam makanan dan minuman lokal, serta berpetualang ke tempat-tempat yang menarik. Anda merasa sangat bahagia.
  2. Rejection (Penolakan)
    Anda mulai menetap, menjalani rutinitas, dan mulai menghadapi kesalahpahaman. Anda merasa tidak kompeten dan mulai melihat kekurangan negeri baru ini. Anda mulai tidak memahami perilaku penduduk lokal saat mereka menunjukkan sikap cuek dan tidak senang berkawan dengan Anda. Anda mulai merasa rindu kampung halaman saat segala sesuatunya mulai berjalan baik. Saat ini wajar jika Anda membuat stereotip terhadap orang-orang Jerman/Belanda/Spanyol/Swedia sebagai orang-orang yang kasar/tertutup/gila/bodoh/arogan…(hey, saya hanya pengalihbahasa…).
  3. Recovery (Pemulihan)
    Anda mulai menyadari perbedaan budaya yang ada. Anda menerimanya, dan beberapa perilaku Anda mulai berubah menyesuaikan perbedaan tersebut. Anda merasa sudah menjadi bagian dari komunitas yang baru. Anda memahami bagaimana kehidupan berjalan di sana sehingga Anda merasa tidak dikucilkan.
  4. Adjusment (Penyesuaian)
    Anda merasa nyaman dan menjalani rutinitas dengan baik. Anda mulai memahami latar belakang munculnya stereotip yang pernah Anda pikirkan sebelumnya.

Tak diragukan lagi setiap orang akan mengalami beberapa fase penyesuaian budaya dalam waktu yang berbeda-beda. Ada yang cepat, ada yang lambat. Tingkat intensitas masing-masing fase bergantung pada tipe kepribadian, pengalaman hidup, kondisi keuangan, hubungan kekeluargaan, tingkat pendidikan, dan kemampuan berbahasa.

Beberapa hal berikut dapat Anda lakukan untuk menghindari dampak negatif benturan kebudayaan:

  • Pelajari bahasa yang digunakan di negara tersebut dan bergabunglah dengan komunitas masyarakat. Semakin sering Anda mencoba, semakin baik Anda memahami alasan yang mendasari sikap tertentu dari penduduk lokal.
  • Bersikaplah positif, tetap optimis, dan bangunlah sense of humour. Kritik Anda tidak akan mengubah budaya negara tersebut. Jadi, daripada pusing, lihatlah sisi positifnya, dan cobalah menertawakannya.
  • Tetaplah berhubungan dengan keluarga dan teman di negeri asal. Dengan berbagai macam teknologi yang tersedia, Anda akan mudah untuk berbagi dan mendengar kabar dari orang-orang yang Anda sayangi. Hal ini berguna untuk mengusir kesepian dan perasaan tidak mengikuti perkembangan di negeri asal Anda.
  • Berolahraga. Tanpa Anda sadari, tubuh dan otak Anda sedang berada dalam kondisi tertekan saat Anda belajar (yang memang sudah susah) di negeri asing (tambah susah) dengan bahasa asing (makin tambah susah ++). Bantulah tubuh Anda untuk menjaga daya tahannya. Itu akan membantu meningkatkan gairah Anda.
  • Jadilah proaktif. Selain mengatur waktu untuk belajar, jangan lupakan aktivitas ekstrakurikuler, aktivitas sosial bersama teman, dan jalan-jalan.
  • Alokasikan waktu untuk melakukan refleksi. Hal ini berguna untuk menemukan masalah-masalah pribadi yang tersembunyi, yang butuh ditangani segera. Dengan ini, Anda dapat menemukan sikap terbaik untuk membuat waktu belajar di negeri orang terasa menyenangkan.

Menarik, bukan?

June 22, 2009

Reduce memory to resolve “out of memory” error

by santus at June 22, 2009 11:57 AM

Weird huh? That was also what I thought.

I got a complaint from a client that Sound Recorder in Microsoft Word did not work in some machines. We used Sound Recorder as one of the functionality in the Microsoft Word Add -In that we developed. Apparently this is a limitation of older version of Sound Recorder. it would not work  in the machine mith memory more than 2 GB.

According to Wikipedia this is a design fault.
“On computers with more than 2 GB of RAM, after recording (but not when playing), Sound Recorder will return an error message saying there is not enough memory. This is a design fault of older versions of Sound Recorder and cannot be resolved except by reducing the amount of available physical memory. ” more

I read more about in stack overflow forum (sorry forgot the link :( ), this program was created back then in windows 98.  Unfortunately the programmer use integer to store physical memory size.  Despite the fact that it could be wrong, it does explain the problem.  32 bit integer would only accept maximum value of 2,147,483,647  which is exactly 2GB.  Greater value would be evaluated as a negative number.

We couldn’t  put the blame entirely on the programmer, since back then in windows 98 period computer memory does not normally exceed this number.  Besides Windows 98 itself had problem in machine with large memory installed. Vista does not have this problem but the Sound Recorder  has less features and only able to produce wma files. In addition to that,  it does not seem to be integrated with Word anymore in some edition of the OS  (CMIIW).

Hmm interesting error  :D. What do you think?


June 21, 2009

An Inquiry Of One Gloomy Night

by Elfira Y S at June 21, 2009 05:21 PM

I’ve been listening to one particular song for hours, only that one song, a song my friend shared few days ago. This is not the first time and certainly not the last time, either. At least I can recall Fix You (Coldplay), Time After Time (Eva Cassidy), and White Flag (Dido) as songs I’ve poisoned [...]

curhat colongan

by Rani! (rrrunni@yahoo.com) at June 21, 2009 03:40 PM

pelaku #1
teman saya ini baru saja menjadi ibu beberapa bulan yang lalu. sebelum menikah termasuk yang suka beraktivitas kesana kemari. kegiatan mengurus rumah tangga yang sebagian besar di rumah, ditambah mengurus bayi, membuat teman saya ini senewen sendiri.

ingin bekerja tapi berat hati melepas si kecil diasuh orang lain. akhirnya ingin mencoba usaha sendiri secara online, beliau meminta saya untuk ditunjukkan cara membuat blog. datanglah saya ke rumahnya kemarin, mengobrol sebentar, disepakati kita akan pergi warnet dekat rumahnya. ia pun berencana untuk menengok temannya yang sakit sesudah itu. saat bersiap-siap, ia izin ke suaminya, lewat sms. dan dibalas,

udah mau pulang nih

teman saya terdiam.

"tuh...bapak-bapak tuh emang begitu! katanya membebaskan tapi ga sepenuhnya.."
"udah jauh-jauh hari kita bilang mau pergi, udah bilang boleh, tapi hari H-nya bisa berubah!"

saya hanya bisa mesem-mesem sendiri. iya sih. itu juga terjadi pada orangtua saya. bapak pulang, ibu harus di rumah. ga ada di rumah, ditelponin.

akhirnya teman saya memutuskan hanya ke warnet, sambil memboyong si kecil. di warnet pun hanya sebentar, karena si kecil berge